Connect with us

Kab. HST

DPRD HST Teken Pengunduran Diri Abdul Latif, Posisi Wabup Kini Jadi Rebutan!

Diterbitkan

pada

Teks: Dewan menandatangani pengunduran diri Abdul Latif sebagai Bupati HST kerena tersangkut kasus korupsi di KPK Foto: net

BARABAI, DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan rapat paripurna terkait pengunduran diri H Abdul Latif dari jabatan Bupati HST. Rapat paripurna terbuka dipimpin langsung Ketua DPRD HST H Saban Effendi dan dihadiri 22 anggota DPRD HST, Plt Bupati H A Chairasnyah dan unsur Muspida di gedung dewan, Jumat (16/11).

Surat pengunduran diri H Abdul Latif dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD HST Tajudin yang berisi catatan curhatan Latif sejak menjabat sekitar 2,5 tahun yang lalu hingga akhirnya ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi oleh KPK. Demikian seperti dilansir Antaranews.com.

Latif juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota DPRD HST, masyarakat Bumi Murakata, para alim ulama dan habaib karena tidak dapat meneruskan amanah hingga akhir masa jabatan.

Seluruh anggota dewan pun menyepakati dan menyetujui surat pengunduran diri H Abdul Latif tersebut dari jabatan Bupati HST.

Dewan pun selanjutnya akan memproses dengan mengeluarkan surat keputusan dan mengusulkan penetapan pemberhentian kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalsel. Selanjutnya, menurut Ketua DPRD HST H Saban Effendi, pihak DPRD juga mengusulkan pengangkatan dan pengesahan Wakil Bupati HST H A Chairansyah menjadi Bupati HST.

Surat Keputusan DPRD HST yang bernomor 170/26/DPRD-HST/Tahun 2018 tentang persetujuan pemberhentian Bupati HST atas permohonan sendiri periode 2016-2021 itu secara resmi ditandatangi oleh Ketua H Saban Effendi dan disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD dan Plt Bupati HST H A Chairasnyah.

Sementara itu, kini mulai muncul nama-nama kuat yang akan mengisi calon Wakil Bupati menggantikan H A Chairansyah. Nama yang pertama kali muncul dan menguat beberapa bulan yang lalu adalah politisi dari Partai Bulan Bintang (PBB) yaitu Muhammad Sampurna. Saat ini, ia merupakan anggota DPRD HST yang sudah 2 periode menjabat.

“Kita tidak mempermasalahkan Sampurna bukan dari kader PKS, yang terpenting mempunyai visi-misi yang sama dalam memajukan HST,” kata pimpinan PKS H Faqih Jarjani.

Namun sayangnya, sampai saat ini PBB sendiri belum menyatakan dukungannya kepada sekretaris DPC PBB HST itu. “Secara kepartaian, memang kami belum menentukan sikap dan kita masih perlu berkoordinasi dengan para pimpinan partai pengusung lainnya,” kata ketua DPC PBB HST Abu Permadi.

Beredar isu, PBB justru mengajukan nama Politisi dari PDI Perjuangan dan mantan Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Berry Nahdian Forqan. “Memang kita dengar ada beberapa nama yang diajukan oleh DPP untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, namun hasilnya secara resmi belum disampaikan,” kata Abu.

Dilain pihak, juga ada nama anak mantan Sekda HST H Noor Fauzie Iberahim yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Banjar yang juga Sekjen Partai Nasdem Kalsel yaitu H Akhmad Rozani Himawan atau H Jani.

Ia menyatakan telah di panggil oleh pengurus DPP PBB untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Namun belakangan beredar isu H Jani justru didukung oleh partai Gerindra. “Saat ini secara partai memang Gerindra belum menentukan sikap siapa calon yang diusulkan, namun yang pasti ketua DPC Gerindra HST H Rahmadi Jingga saat ini fokus pada dirinya sebagai Caleg,” kata anggota DPRD HST dari Fraksi Partai Gerindra Salpia Riduan.

Menurutnya, untuk proses rekomendasi nama calon Wakil Bupati HST yang diusulkan dari Gerindra menunggu keputusan dari DPD Provinsi. Saat pecalonan kepala daerah dulu, pasangan Absyah (Abdul Latif-Chairansyah) secara resmi diusung oleh 3 partai yaitu Gerindra, PBB dan PKS. Jadi, yang berhak mengajukan calon Wakil Bupati menggantikan H A Chairansyah yang naik jabatan menjadi Bupati tersebut adalah harus mendapatkan rekomendasi partai pengusung.(cel/ant)

Reporter:Cel/Ant
Editor:Cell

Bagikan berita ini!