Dimusnahkan Sendiri, RSUD Ratu Zalecha Hasilkan 150 Kg Limbah Medis Per Hari - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Dimusnahkan Sendiri, RSUD Ratu Zalecha Hasilkan 150 Kg Limbah Medis Per Hari

Diterbitkan

pada

Incenerator yang dimiliki RSUD Raza Martapura yang masih menunggu proses perizinan Foto: rendy
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

MARTAPURA, Menangani limbah medis rumah sakit tidak bisa sembarangan. Ada perlakuan khusus yang harus dilakukan agar alat-alat medis yang telah digunakan tidak menyebabkan masalah baru, terutama terkait dengan kesehatan dan penyakit menular. Termasuk juga di RSUD Ratu Zalecha (Raza), Martapura.

Kanalkalimantan.com mencoba menelusuri  kemana dan diapakan limbah yang berasal dari RS Raza selama ini.  Direktur RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura, dr Tofik Norman Hidayat, yang dikonfirmasi mengatakan dalam satu hari mampu memproduksi limbah medis sebanyak 100- 150 kg limbah medis. Jumlah tersebut dalam kurun dua kali dalam sehari, dihanguskan dengan incinerator yang dimiliki oleh RS Raza.

“Dalam satu hari RS kita mampu menghasilkan 100 sampai 150 kg limbah medis. Limbah itu kita hancurkan dengan incinerator sendiri satu hingga dua kali dalam sehari,” jelas dr Tofik.

Direktur yang baru menjabat sejak 12 Agustus 2018 tersebut mengatakan, walaupun sekarang disadari incinerator yang dimiliki masih dalam proses perizinan dan hanya diperbolehkan membakar limbah medis yang dihasilkan oleh RS Raza itu sendiri, namun keberadaannya sangat membantu dalam hal pencegahan penimbunan limbah.

Sementara dalam proses penghancurannya limbah medis, incinerator yang dimiliki RS Raza juga tidak 100 persen menghanguskan limbah medis. Dalam prosesnya hingga selesai juga masih menyisakan abu, sehingga abu yang dihasilkan sementara ini masih disimpan atau ditampung.

“Sementara ini abu itu masih kita tampung, memang ada arah untuk menggunakan jasa transporter untuk abu itu. Namun kita masih harus mempertimbangkan secara matang dulu,” ujarnya.

Lebih jauh Topik mengatakan, jika kerja sama dengan jasa transporter untuk abu limbah medis sudah deal, diketahui adapun biaya untuk pembuangan abu diperkirakan berkisaran Rp 1 juta untuk setiap drumnya.

“Ya untuk limbah medis yang sudah jadi abu itu, jika kita jadi menggunakan pihak ketiga itu, saya lihat harganya berkisar Rp 1 juga per drum, dengan satu kali angkut kapasitas 20 drum abu limbah medis,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama Kasi Penunjang Medis Asep Syarief Hidayat mengatakan, dengan alat insinerator berkapasitas 80 kg yang dimiliki oleh RS Raza ini, semua limbah medis bisa dihancurkan. “Untuk memaksimalkan pembakaran biasanya kita hanya isi 50 sampai 60 kg limbah medis, dengan waktu pembakaran 30 menit,” akunya.

Sementara itu, dalam setiap kali proses pembakaran incinerator harus menggunakan bahan jenis solar cell dengan memerlukan setidaknya 150 sampai 200 liter perhari tergantung limbah medis yang masuk. “Kalau untuk bahan bakar biasanya kita habiskan 150 sampai 200 liter perhari tergantung banyaknya limbah medis yang masuk,” pungkasnya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan