Connect with us

Bisnis

China Stop Batu Bara Australia, Durian Runtuh Bagi Indonesia

Diterbitkan

pada

Indonesia memiliki peluang besar pasca China stop batubara Australia Foto : net

JAKARTA, Harga batu bara Newcastle untuk kontrak Februari di pasar ICE pada penutupan perdagangan Kamis kemarin (21/2) ditutup stagnan di level US$ 95,2/metrik ton, sama seperti perdagangan sebelumnya. Selama sepekan, harga batu bara naik tipis 0,3 % secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga komoditas ekspor andalan Indonesia ini tercatat amblas 6,7%.

Hal ini terjadi ditengah pembatasan impor batu bara Australia di beberapa pelabuhan di China. Reuters mengabarkan bahwa Bea Cukai China di Pelabuhan Dalian bagian utara telah memblokir impor batu bara asal Negeri Kanguru, berdasarkan pernyataan dari pejabat di grup pelabuhan Dalian yang menolak untuk disebutkan namanya demi alasan keamanan.

Lebih lanjut, pejabat tersebut juga mengatakan bahwa 5 pelabuhan yang berada di bawah pengawasan pabean Dalian, yaitu Dalian, Bayuquan, Panjin, Dandong, dan Beiliang, tidak akan meloloskan batu bara Australia yang masuk.

Pemblokiran tersebut ternyata sudah efektif berlaku sejak awal Februari dan masih belum ditentukan kapan akan berakhir.  Kebijakan tersebut diberlakukan seiring dengan perpanjangan waktu pemeriksaan batu bara Australia hingga 40 hari di beberapa pelabuhan utama China lainnya. Akibatnya, banyak pialang batu bara di China yang berhenti membeli batu bara Australia.

“Kami telah menghentikan pesanan batu bara dari Australia karena masih belum tahu sampai kapan pembatasan [impor] tetap berlaku,” kata seorang manger sebuah perusahaan dagang di Shanghai yang biasanya membeli 400.000 ton batu bara Australia setiap bulan, mengutip Reuters.

Masih belum jelas alasan dibalik kebijakan tersebut. Namun Jumat ini (22/2) Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham mengatakan bahwa China tidak memblokir batu bara asal negaranya.

“Kami tidak memiliki dasar untuk percaya bahwa ada larangan ekspor batu bara Australia ke China, atau ke bagian mana pun dari China,” kata Birmingham kepada wartawan di Adelaide, mengutip Reuters.

Indonesia Ambil Momentum

Namun kabar baiknya, batu bara asal Indonesia dan Rusia tidak akan terdampak kebijakan tersebut. Dalam kesempatan ini, batu bara asal Indonesia bisa mendapatkan keuntungan. Pasalnya untuk menggantikan pasokan dari Australia, pialang asal China melirik Indonesia sebagai alternatif.

“Permintaan China atas batu bara Indonesia tetap tinggi,” kata salah satu pialang asal China yang khusus melayani pasokan dari Asia Tenggara, mengutip Reuters.

Meskipun kalori batu bara Indonesia relatif rendah, yaitu hanya sebesar 4.200 kcal/kg, namun tetap memiliki pasar yang cukup besar di China. Sebab, batu bara Indonesia seringkali digunakan sebagai bahan campuran batu bara lokal China karena kandungan sulfur yang rendah.

Tak heran, harga acuan batu bara Indonesia Coal Index 4 (ICI4) malah merangkak naik ditengah turunnya harga batu bara Newcastle. Sepanjang Februari (sejak China membatasi impor batu bara Australia), harga batu bara ICI 4 tercatat menguat 0,71%. Bahkan, sejak awal tahun harga batu bara ICI4 telah naik 13,7% ke posisi US$ 35,25/metrik ton.

Selain itu, pada bulan Januari China tercatat mengimpor 12,3 ton batu bara Indonesia, yang mana merupakan jumlah bulanan yang tertinggi setidaknya sejak Januari 2015. Jumlah tersebut meningkat hampir 2 kali lipat dari bulan Desember yang hanya 6,8 juta ton, dan juga melampaui jumlah di November yang sebesar 8,7 juta ton.

Sebagai informasi, batu bara ICI4 memiliki nilai kalori 4.200 kcal/kg, sedangkan batu bara Newcastle memiliki kalori 6.000 kcal/kg. (cnbc/reuters)

Reporter : Cnbc/reuters
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
Advertisement
-->