Connect with us

Dishut Prov Kalsel

BPTH Cari Sumber Benih Kayu Ulin dan Meranti

Diterbitkan

pada

Dishut Kalsel melakukan identifikasi tegakan untuk dijadikan sumber benih baru Foto: Dishut

BANJARBARU, Kayu Ulin dan Meranti merupakan salah satu jenis lokal endemik Kalsel yang keberadaannya semakin langka. Dalam upaya pelestariannya, Dishut Provinsi Kalsel melalui BPTH melakukan giat identifikasi tegakan untuk dijadikan sumber benih baru, pada Jumat hingga Sabtu (15-16/2). Kegiatan ini dipimpin tenaga ahli Budi Agung Setiawan.

Tim didampingi empat petugas KPH Kayutangi. Di hari pertama, mereka tinggal di Desa Paramasan Atas, Dusun Pinai Kabupaten Banjar untuk koordinasi dengan perangkat desa setempat. Di hari ke-2, dengan dipandu oleh 5 tenaga masyarakat setempat, tim susuri hutan yang masih perawan ini menuju lokasi tegakan bakal sumber benih, berjarak sekitar 3 jam perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki.

“Sengaja kita lakoni cara ini ya, sebab kondisi medan yang terjal, tegakan cukup rapat dan harus menyeberangi sungai, sehingga tidak mungkin kita pakai motor,” kata Budi.

Budi yang juga tenaga teknis MH2T ini menjelaskan, kegiatan ini sebagai usaha untuk temukan sumber benih baru khusus ulin dan meranti. “Benar bahwa ini tindak lanjut arahan Pak Kadis, tapi juga merupakan usaha kita untuk pelestarian ulin dan meranti, yang pastinya akan kita kembangkan di MH2T,” tegasnya lagi.

Sesampainya di lokasi, teridentifikasi tegakan yang didominasi jenis meranti dan ulin, tetapi jarak antar tegakan saling berjauhan. “Saat ini kondisi tegakan meranti pas dalam kondisi bunga masak, namun tegakan ulin belum ditemukan pembungaan,” terang H. Ishak salah satu anggota tim.

Mengingat adanya indikasi perambahan di daerah Peramasan Atas, tim sarankan agar tegakan meranti dan ulin yang penuhi standar untuk dijadikan sumber benih, diberi label bertulisan Dishut/BPTH. “Minimal ini sebagai penanda agar tegakan tidak dirambah oleh orang yang tidak bertanggung jawab”, tegas Budi. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
Advertisement