Bisnis
Banyak Perusahaan Pakai Jasa Klining Servis Tidak Bersertifikasi
BANJARMASIN, Ketua Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) Kalsel Deddy Subiantoro mengakui masih banyak perusahaan di Banua yang memperkerjakan pekerja klining servis tidak bersertifikasi.
Bahkan sebut Deddy, jika dipersentasikan 90 persen lebih perusahaan di Kalsel mempekerjakan pekerja klining servis tidak bersertifikasi. Hanya kurang dari 10 persen saja perusahaan yang sudah mempekerjakan pekerja klining servis bersertifikasi.
“Karena itulah melihat kenyataan ini, kita terus mengupayakan sosialisasi yang intensif kepada seluruh perusahaan di Kalsel untuk memakai pekerja klining servis bersertifikasi. Hal ini penting agar kualitas pekerjaan klining servis yang dilakukan lebih terjamin,†ungkapnya, Kamis (11/10).
Memang menurut Deddy, agar persentase perusahaan yang memakai pekerja klining servis bersertifikasi bisa ditingkatkan, hendaknya bisa didukung dengan Peraturan Pemerintah (PP) maupun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penggunaan pekerja klining servis bersertifikasi.
Namun kenyataannya, dua peraturan tersebut masih belum ada. Kalau pun ada, hanya sebatas anjuran yang tidak mempunyai hukuman apa pun jika tidak melakukannya.
“Karena itulah kita saat ini akan coba mengusulkan lahirnya Perda yang bisa mewajibkan perusahaan untuk menggunakan pekerja klining servis bersertifikasi. Kita sudah sampaikan ini kepada Pemprov Kalsel, ada pun responnya sendiri sangatlah positif,†tegasnya.
Bagi Deddy, dalam menghadapi persaingan global yang kian kompetitif sekarang, harusnya perusahaan jasa klining servis di Banua bisa mendorong lebih banyak Sumber Daya Manusia (SDM) mereka lebih berkualitas dengan cara sertifikasi.
“Kini sudah banyak sekali perusahaan jasa klining servis luar yang masuk ke Kalsel. Kalau tidak ditingkatkan kualitas jasanya melalui sertifikasi, maka bukan tidak mungkin kedepannya kita akan kalah bersaing dengan kompetitor luar,†pungkasnya. (arief)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
Infografis Kanalkalimantan3 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis3 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung
-
HEADLINE3 hari yang laluTantangan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel di Usia 27 Tahun
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluGubernur Muhidin Apresiasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru
-
HEADLINE2 hari yang lalu11.358 Peserta Terdaftar, UTBK SNBT di ULM Dimulai
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluTingkatkan Kapasitas Pemuda, DPMD Kabupaten Banjar Gelar Bimtek Karang Taruna






