Connect with us

HEADLINE

Banjarbaru Tertinggi DBD di Kalsel, Ada 110 Kasus 3 Meninggal Dunia

Diterbitkan

pada

Ilustrasi serangan DBD

BANJARMASIN, Sampai tanggal 5 Februari lalu tercatat 508 kasus DBD di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Hingga saat ini kasus tertinggi ada di Banjarbaru dengan 110 kasus, Tabalong 76, dan HSU 44. Tercatat 5 kematian akibat kasus DBD. Kasus tersebut ada 3 di Banjarbaru, 1 di Tanah Laut, dan 1 Tapin.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Muslim mengatakan, jika dibandingkan dengan provinsi lain, Kalsel masih termasuk rendah. Namun pihaknya sudah meminta beberapa tempat untuk siaga. “Surat Edaran Gubernur sejak bulan November sudah disebar. Akhir Juli, Dinkes Kalsel sudah minta waspada, melihat curah hujan yang ada. Disamping itu juga melakukan preventif promotif seperti edukasi 3M Plus melalui media massa,” jelasnya.
Tercatat ada 31 pasien yang dirawat RS Ansari Saleh dan 61 pasien di RS Ulin. Hingga saat ini semua pasien masih suspect dan harus ditindaklanjuti hingga pemeriksaan laboratorium. “Tidak ada yang meninggal. Yang meninggal di beberapa kejadian lalu adalah karena terlambat penanganan,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Muslim. Foto : mario

Untuk para Juru Pemantau Jentik (Jumantik) tidak hanya dari tim Dinkes Kalsel, tapi juga masyarakat dan mahasiswa kesehatan ikut diberdayakan dan terlibat aktif.

Jika dilihat ke belakang, 3M sudah dikenal dan selalu digaungkan tahun ke tahun, tapi kesadaran masyarakat masih kecil. Langkah konkrit yang akan dilakukan Dinkes Kalsel adalah mereka perlu bantuan hingga para tokoh masyarakat dan agama. “Melalui dakwah dan sebagainya, untuk menyadarkan masyarakat. Karena pembangunan kita itu mengarah ketiga hal kan. Upaya meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan,” kata Muslim.

Memang banyak masyarakat yang sadar, tapi apakah mereka mau untuk peduli bahkan hingga menimbun lingkungan yang berpotensi untuk menimbulkan sarang penyakit DBD? Ini yang coba pihak Dinkes Kalsel lebih tekankan.

BahkanDinkes Kalsel mengakui untuk semakin meningkatkan tim gerak cepat mereka yang ada di daerah untuk lebih paham lagi dalam kasus penanganan dan pencegahan DBD ini, agar tidak semakin bertambahnya korban.

Melihat pola nyamuk yang sering ada di tempat yang jernih dan perindukan di sekitar komplek rumah tangga, dikatakan yang berpotensi diserang justru kalangan mengengah ke atas. Namun di satu sisi, Kadinkes Kalsel mengatakkan, semua kembali tergantung pada kondisi lingkungan.

Jika ada gejala demam tinggi atai pun gejala yang menyangkut dengan DBD, ia menghimbau agar masyarakat langsung segera memeriksanya supaya tidak terjadi kenaikan kasus di Kalsel. (mario)

Reporter:Mario
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 7
    Shares