Connect with us

KALEIDOSKOP BANJARBARU

Banjarbaru Juara 2022, Wujudkan Inovasi dan Layanan Prima Warga Idaman!

Diterbitkan

pada

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin melihat langsung Program RT Mandiri Pokmas Kampung Kopi. Foto : ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Berbagai inovasi pembangunan dan layanan masyarakat menjadi prioritas pemerintahan Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin bersama Wakil Wali Kota Wartono. Sepanjang 2022 ini, banyak terobosan yang hasilnya kini telah dinikmati warga Idaman.

Salah satu yang dirasakan dampaknya adalah program RT Mandiri yang secara nyata mendongkrak kemandirian ekonomi masyarakat.

Saat ini sudah ada 60 RT yang menjadi proyek percontohan program RT Mandiri yang digulirkan pemko pada tahun ini. Salah satunya dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kampung Kopi di Jalan Sidodadi 2, Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru.

Dari dana Rp 75 juta bantuan Program RT Mandiri, Pokmas Kampung Kopi membeli 4 mesin untuk membantu produksi dari pemisah kulit biji kopi hingga menjadi serbuk kopi.



 

Baca juga : Banjarbaru Juara 2022, Menuju Kota Modern dengan JPO dan Stadion Standar FIFA

Ketua Pokmas Kampung Kopi, Dwi Putra Kurniawan mengatakan, untuk mendukung Program RT Mandiri pihaknya membentuk Kampung Kopi yang semua di Pokmas Kampung Kopi diisi oleh pemuda sekitar untuk belajar, Rabu (23/11/2022).

“Nanti 2 – 4 tahun belajar di Kampung Kopi mereka para pemuda dapat membuka kedai kopi sendiri atau kalau punya lahan mereka bisa memiliki kebun kopi sendiri,” katanya.

Dirincikan Dwi, pihaknya membeli 4 alat untuk mendukung di Pokmas Kampung Kopi dari dana Rp 75 juta Program RT Mandiri.

“Alatnya ada 4, alat pertama ada mesin kopi untuk mengupas basah, mesin huller untuk mengupas kering, mesin roasting untuk menyangrai kopi dan mesin grinder untuk menghaluskan atau menjadikan bubuk kopi,” rincinya.

Program homcecare yang kini telah dirasakan manfaatnya oleh warga Banjarbaru. Foto: ibnu

Baca juga  : Tega, Pemuda 22 Tahun Tusuk Teman Ngopi hingga Tak Bernyawa di Guntung Payung

Dari 4 mesin ini, pihaknya dapat memproduksi langsung dari kebun hingga menjadi bubuk kopi siap jual.

“Sebelum adanya Kampung Kopi, kami sudah bisa memproduksi 1,5-2 ton perbulan untuk produksi kopi, dengan adanya Kampung Kopi dan kebun kopi di beberapa kabupaten target kita 5-6 ton perbulannya,” jelasnya.

Dalam produksi kopi di Kampung Kopi, Pokmas ini melibatkan warga sekitar dalam produksi kopi hingga siap dipasarkan.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin mengatakan saat melakukan peninjauan terhadap piloting Program RT Mandiri, dirinya melihat langsung perkembangannya secara signifikan.

“Pokmas Kampung Kopi ini bisa ditiru RT Mandiri lainnya,” katanya.

Baca juga  : Banjarbaru Juara 2022, dari Kampung Purun hingga Panggung New York Fashion Week

RT Mandiri sendiri dikatakan Aditya bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat di lingkungan RT.

Dirinya mengharapkan dengan adanya Pokmas Kampung Kopi di Banjarbaru bisa menjadi pintu gerbang dunia perkopian di Kalimantan Selatan.

Tak hanya RT Mandiri, program Home Care saat ini juga tercatat telah melayani lebih 1.000-an warga yang tersebar di 10 Puskesmas se Kota Banjarbaru.

Dari jumlah tersebut, Puskesmas Banjarbaru Selatan menjadi fasilitas kesehatan yang memberikan layanan Home Care terbanyak dengan jumlah mencapai 150 layanan. Lalu Puskesmas Liang Anggang dengan jumlah 144 layanan dan Puskesmas Landasan Ulin Timur sebanyak 138 layanan.

Lebih rinci, dari kategori usia penerima layanan Home Care di Kota Banjarbaru didominasi warga lanjut usia di atas umur 75 tahun. Kemudian disusul warga di kalangan usia 60-64 tahun dan 65-69 tahun, dengan penyakit yang sering ditemui ialah hipertensi.

Baca juga : Ini Pesan Pj Bupati HSU di Pengujung Tahun 2022

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr Juhai Triyanti Agustina mengatakan hingga bulan Oktober program Home Care sudah melayani sebanyak 1.029 warga se Kota Banjarbaru yang tersebar di 20 Kelurahan se Kota Banjarbaru.

“Pemko menyiapkan kouta 1.800 kunjungan untuk tahun 2022 ini. Bukan target yang harus dicapai. Tapi lebih kepada kemampuan kita memberikan layanan kesehatan ke rumah-rumah masyarakat ,” katanya, Selasa (29/11/2022).

Program homecare yang digagas Wali Kota Aditya, menjadi kunci dalam upaya peningkatan layanan kesehatan di tengah masyarakat. Pemberian layanan yang mudah, cepat dan dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Sistem layanan homecare ini dikerjakan secara profesional dengan melibatkan teman-teman nakes yang memang sudah ahli di bidangnya. Kuncinya kita ingin memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan di Banjarbaru,” lanjut Wali Kota.

Program homecare, lanjut Aditya, berfokus pada kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di kalangan lanjut usia. Termasuk pula untuk masyarakat kategori tidak mampu dan disabilitas.

“Kita melihat ada keterbatasan mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan. Baik secara sosial maupun ekonomi, dan tidak dapat datang ke fasilitas layanan kesehatan. Home Care menjadi jawaban ada persoalan ini,” jelas Aditya.

Baca juga  : Bupati Hendra Lesmana Nobar Bersama Anak Muda, Sambil Promosi Taman Kuliner UMKM 

Di bidang Pendidikan, Aditya – Wartono juga akan melaksanakan program keagaman berupa Daurah Qur’an yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Said Abdullah.

Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin mengungkapkan pada saat audiensi bersama masyarakat Banjarbaru akan menambah satu program kerja di bidang keagamaan.

“Insyaallah pada tahun 2023 kita akan menambah 1 program yaitu prigram Dauroh Qur’an,” ungkapnya, Kamis (15/12/2022)

Program ini, kata Aditya akan bekerjasama dengan yayasan pendidikan di Yaman, yang akan berlangsung selama 2 bulan.

“Dauroh ini berlangsung selama 2 bulan, terutama untuk belajar kembali bagi guru-guru dan alim ulama di tingkat kecamatan, kelurahan maupun RT/RW, untuk menambah ilmunya dan berbagi kepada masyarakat,” tandasnya.(Kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : cell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->