Connect with us

Kota Banjarbaru

Bangun SMA di Landasan Ulin, Pemko Banjarbaru Cari Lahan Seluas 6 Hektare

Diterbitkan

pada

pemko Banjarbaru mencari lahan yang cocok untuk pembangunan SMA di Landasan Ulin Foto: net

BANJARBARU, Para pelajar SMP di Kecamatan Landasan Ulin kini tidak lagi dipusingkan untuk mendaftar SMA lantaran sistem zonasi. Pemprov Kalsel bersama Pemko Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan sudah memastikan membangun SMA baru di Kecamatan Landasan Ulin.

“Kita akan usahakan untuk membangun SMA. Insya Allah tahun 2020 sudah mulai dibangun,” kata Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan.

Sejak diterapkannya sistem zonasi yang mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing, rupanya memiliki dampak tersendiri bagi para pelajar.

Seperti halnya di Kecamatan Landasan Ulin, yang terdapat lima SMP yakni SMPN 4, SMPN 8, SMPN 11, SMPN 14 dan SMPN 15. Ditambah lagi, kecamatan Liang Anggang yang bersebelahan dengan kecamatan Landasan Ulin juga memiliki satu SMP yakni SMPN 10 Banjarbaru

Sedangkan, selama ini hanya ada satu SMA saja yang dapat menampung para pelajar lulusan dari dua kecamatan tersebut, yakni SMA Negeri 4 Banjarbaru.

Dari data yang dimiliki Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, pada tahun 2019 ini jumlah pelajar yang lulus dari ke lima SMP di kecamatan Landasan Ulin tersebut ada sebanyak 992 pelajar. Jika ditambah dengan lulusan SMPN 10 Banjarbaru, total pelajar yang lulus mencapai 1.115 siswa.

Ribuan pelajar yang ingin menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi ini justru harus memutar otak karena kapasitas SMAN 4 Banjarbaru hanya mampu menampung 348 siswa baru. Alhasil, fenomena ini mau tidak mau mendorong pemerintah daerah untuk membangun SMA Baru di wilayah Kecamatan Landasan Ulin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Muhammad Aswan, menjelaskan untuk pembangunan gedung SMA baru akan tetap menjadi ranah Disdik Provinsi Kalsel. Dirinya menerangkan, pihaknya hanya membantu menyediakan lahan.

“Kita hanya menyediakan lahan. Masih kita cari dimana titiknya, karena lahan yang dibutuhkan minimal 2 hektare dan target kita mendapatkan yang luasannya mencapai 6 hektare. Tahun 2019 ini lahan tersebut harus tersedia karena pembangunan akan dimulai pada tahun 2020,” katanya.

Aswan mengakui, sebenarnya sudah mengincar lahan di area Eks lokalisasi Pembatuan agar menghilangkan pandangan negatif di wilayah tersebut. Namun, harapan itu tidak dapat terealisasikan lantaran harga tanah yang mahal.

“Anggaran yang akan dikucurkan untuk membangun SMA baru dari Disdik Provinsi Kalsel sebesar Rp 1 Miliar. Mau kita ambil di area Pembatuan, tapi tanah itu sudah dibeli orang dengan harga mahal. Dijual lagi ke kita, malah lebih mahal. Jadi cari yang lain,” katanya.

Selain SMA, Disdik Kota Banjarbaru juga merencanakan pembangunan SMP di kelurahan Sungai Besar. Faktor yang membelakangi dibangunnya SMP ini karena para pelajar di kelurahan Sungai Besar harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bersekolah ke SMP yang ada saat ini.

Selama ini pelajar di Kelurahan Sungai Besar banyak yang bersekolah di zona Kecamatan Cempaka yakni SMPN 3 Banjarbaru dan sisanya bersekolah ke kota Martapura.

Kadisdik mengatakan, untuk rencana ini akan membutuhkan lebih banyak waktu karena untuk membangun SMP pihaknya akan menggunakan dana sisihan dari anggaran pembangunan SMA. “Karena jauh, untuk itu kita bangun SMP ini untuk kemudahan aksesbilitas mereka. Tahun ini kira cari tanah 3 hektare lebih. Dana sisiamhan dari SMA kita gunakan untuk pembebasan lahan di SMP,” pungkas Aswan. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->