Connect with us

Bisnis

APKLINDO Kalsel Kembali Gelar Sertifikasi Klining Junior

Diterbitkan

pada

Ketua APKLINDO Kalsel, H Deddy Subiantoro Foto : arief

BANJARMASIN, Asosiasi Perusahaa  Klining Servis Indonesia (APKLINDO) Kalsel berencana menggelar sertifikasi kompetensi klining junior pada 22 Juni 2019 mendatang.

Menurut Ketua APKLINDO Kalsel, H Deddy Subiantoro, rencananya kegiatan sertifikasi klining junior akan diikuti oleh 60 peserta dari berbagai perusahaan penyedia jasa outsourcing klining servis di Kalsel.

“Target kita sebenarnya 80 orang, namun hingga saat ini yang mendaftar baru sekitar 60 orang. Ada pun perusahaan yang mengikuti kegiatan sertifikasi kompetensi sendiri yaitu CV Wangkang, PT Yaza Pratama, PT Rofi, PT Tropis Service, PT Vistra Utama dan PT Banua Mandiri Pratama,” ungkapnya, Selasa (11/6/2019).

Sertifikasi kompetensi sendiri, bagi Deddy, adalah salah satu program prioritas utama APKLINDO Kalsel dimasa kepemimpinannya. Hal tersebut mengingat saat ini jumlah pekerja klining servis bersertifikasi di Kalsel masih sangat minim.

“Kurang dari 10 persen pekerja dibidang klining servis yang memiliki sertifikasi kompetensi. Padahal ini untuk mengikuti kegiatan tender di pemerintahan dan swasta, sertifikasi kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan wajib dilampirkan,” katanya.

Selain itu sertifikasi kompetensi juga berguna agar perusahaan klining servis lokal tidak kalah bersaing dengan perusahaan luar yang mulai masuk ke pasar Kalsel.

“Jadi kalau saat bersaing mendapatkan proyek dengan perusahaan luar kita tidak kalah, karena SDM kita sudah memiliki kompetensi yang mumpuni. Selain itu sertifikasi kompetensi juga membuat hasil pekerjaan kita ke klien menjadi lebih propesional,” tambahnya.

Kedepannya APKLINDO Kalsel berkomitmen untuk lebih banyak menggelar kegiatan sertifikasi kompetensi. Bahkan tidak hanya untuk pekerja klining servis di level atas dan menengah saja, namun juga hingga ke level yang paling bawah.

“Jumlah pekerja yang terkait dengan jasa klining servis di Kalsel secara keseluruhan sampai hari ini diperkirakan mencapai 10.000-15.000. Jumlah tersebut tentunya boleh dibilang cukup besar jika dibandingkan dengan wilayah Kalimantan lainnya,” pungkasnya. (arief)

Reporter: Arief
Editor: Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->