Kota Banjarmasin
Ali Antik Pasar Antasari, Koleksi Sekaligus Penjual Benda Kuno
BANJARMASIN, Anda pencari atau penyuka barang-barang antik seperti koin uang kuno, uang kertas cetakan lama, guci, benda pusaka, keris, badik, dan lain sebagainya, di Pasar Antasari Banjarmasin ada penjualan khusus yang menjadi tempat rujukan mendapatkan benda-benda yang tanpa nilai itu.
Dengan kisaran harga yang berbeda-beda tergantung bahan, sejarah, kondisi dan lamanya barang tersebut.
Salah satu penjual barang antik di Pasar Antasari adalah Ali (55) biasa dipanggil Ali Antik, sudah berjualan barang antik sekitar 20 tahun terakhir. Ali Antik memang sejak lama hobi mengumpulkan barang-barang antik.
“Saya memang suka mengumpulkan barang-barang antik dari dulu, saking banyaknya sampai di gudang dan di rumah saya pun penuh, untuk barang yang bernilai jual tinggi saya simpan di rumah, pembeli kalau mau beli biasanya langsung datang ke rumah,†ujarnya.
Untuk uang kertas kuno berkisar antara Rp 25 ribu sampai Rp 350 ribu, sedangkan uang koin sangat bergantung dari bahan koinnya. Paling mahal itu koin yang terbuat dari perak, bisa lalu dijual dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu. “Kebanyakan koin yang dijual berupa koin peninggalan pada masa penjajahan Belanda,†akunya.
Lain lagi untuk harga golok atau badik kuno, ia membandrol dengan harga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Berbeda dengan keris kuno yang harganya jauh lebih mahal, minimal Rp 3 juta. Ali Antik memperkirakan umur golok alias badik yang dimilikinya tersebut sudah sekitar 200 tahun lebih.


-
HEADLINE3 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
HEADLINE3 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluMeriahkan Hari Jadi Banjarbaru, PTAM Intan Banjar Promo Pasang Baru dan Aktifkan Kembali
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluSusur Sungai Pembersihan Bantaran Sungai Karet Loktabat Utara
-
HEADLINE1 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami






