Dishut Prov Kalsel
Pohon Mersawa, Tanaman Endemik Kalimantan yang Ditanam Jokowi di Banjarbaru
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pohon Mersawa (Anisoptera Marginata Korth) yang ditanam Presiden RI Joko Widodo saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 di kota Banjarbaru, ternyata adalah tanaman endemik Kalimantan.
Pohon ini merupakan jenis pohon khas Kalimtan yang langka di Indonesia. Pohon Mersawa yang ditanam oleh Presiden RI ini, berumur 20 tahun dengan tingginya yang sudah mencapai 10 meter lebih. Pohon Mersawa tergolong suku meranti-merantian.
Lokasi pohon ini berada di area kawasan Hutan Pers Taman Spesies Endemik, tepatnya di tengah bundaran perkantoran Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel.
“Khusus untuk yang ditanam pak Jokowi merupakan pohon Mersawa asli dataran Kalimantan dan Kalsel, itu nanti besarnya bisa sampai 50-60 meter, kalau umurnya mencapai 200 tahun sepanjang kita jaga dan pelihara terus,†kata Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.

Dikutip dari Wikipedia pohon Mersawa alias Anisoptera Marginata Korth adalah tanaman yang termasuk suku meranti-merantian (Dipterocarpaceae). Dalam perdagangan kayu digolongkan dalam kelompok mersawa. Pohon besar, tidak berbanir, tinggi mencapai 45 meter, dan diameter 135 cm. Pepagan berwarna coklt muda, kuning sampai putih kekuningan. Tajuknya kecil, lebat dan bercabang banyak. Daun tunggal berbentuk bundar telur memanjang. Perbungaan berbentuk malai bercabang, tumbuh pada ketiak daun atau ujung rating. Buah bulat, ujungnya meruncing, bersayap lima (dua panjang dan tiga pendek. Tumbuh pada hutan primer di rawa-rawa atau tanah berpasir dekat pantai, pada ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut. Dapat pula tumbuh di tanah liat yang terdapat sepanjang sungai. Kayu gubalnya putih sampai kuning coklat dan kayu terasnya berwarna coklat sampai coklat kemerah-merahan. Kayu berkekuatan kelas II – III, keawetan IV dan berat jenis 0,64. Mersawa tenam di manfaatkan sebagai bahan perumahan, papan, dan perahu Jenis ini terdapat di Sumatra, Borneo dan Semenanjung Melayu. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : Bie
-
HEADLINE3 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
HEADLINE3 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluMeriahkan Hari Jadi Banjarbaru, PTAM Intan Banjar Promo Pasang Baru dan Aktifkan Kembali
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluSusur Sungai Pembersihan Bantaran Sungai Karet Loktabat Utara
-
HEADLINE1 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami






