HEADLINE
Tiga TKI Ilegal Asal Kalsel Terjaring Selama Bulan Ramadhan
BANJARBARU, Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Banjarbaru menemukan masih adanya warga yang nekat bekerja ke luar negeri lewat jalur ilegal atau non prosedural.
Selama bulan Ramadan hingga pasca lebaran tadi, tiga orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Kalsel terjaring. Mereka diproses dan dipulangkan oleh Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Banjarbaru.
Ketiga TKI non prosedural ini diketahui berasal dari Tapin, Batola serta Kabupaten Banjar. Kasus mereka beragam, ada yang dicegah di Ibu Kota ataupun yang telah sampai ke negera tujuan. “Semuanya sama tujuannya Arab Saudi. Padahal pemerintah pusat masih belum mencabut moratorium ke negara tersebut,” kata Kepala BNP2TKI Banjarbaru, Isti Iriani melalui Fungsional Pengantar Kerja Ahli Pertama BNP2TKI Banjarbaru, Nashruddin Q.
Lanjutnya, untuk bulan Mei dua orang digagalkan berangkat dan dipulangkan. Yakni dari Batola dan Banjar Sementara pasca lebaran, satu orang TKI asal Tapin yang telah lama bekerja di Arab Saudi lewat jalur ilegal juga dideportasi.
Terkhusus, untuk TKI asal Batola terang Nashruddin terjaring petugas di Jakarta. Sedangkan TKI asal Kabupaten Banjar sudah sampai Arab Saudi. “Namun karena ada masalah kesehatan akhirnya dipulangkan. Keduanya sama-sama lewat jalur tidak resmi,” tambah pria yang akrab disapa Rudi ini.
Untuk TKI asal Tapin, Rudi menceritakan bahwa yang bersangkutan telah kehabisan masa izin bekerja dan dokumen tidak memenuhi syarat. “Dia sudah dua tahun bekerja di sana lewat jalur ilegal. Karena tidak resmi, dia kerap kucing-kucingan dengan petugas di sana. Akhirnya setelah lebaran tadi terjaring petugas dan kita proses untuk dideportasi,” ceritanya.
Berkaitan dengan kasus ini, Rudi tak menampik bahwa jalur ilegal melalui calo-calo masih terbilang marak. Khususnya katanya tujuan Arab Saudi masih menjadi primadona warga yang tergiur oleh ajakan calo.
“Selama tahun 2018 kita telah mencegah 49 orang PMI (Pekerja Migran Indonesia) non prosedural. Ini terjaring dari tim lintas sektoral. Memang profesi pembantu rumah tangga dengan tujuan Arab Saudi masih dominan dalam kasus-kasus ini,” katanya.
Mengenai hal tersebut, Rudi sendiri sangat mengimbau agar warga di Kalsel yang beniat bekerja di luar negeri untuk melalui jalur resmi. “Jangan melalui calo karena rentan terjerat masalah. Jadi kita imbau untuk melalui agensi yang resmi dan terdaftar. Juga jangan mudah percaya ajakan dan penawaran dari calo,” pesannya.
Dari data BNP2TKI Banjarbaru yang mencakup seluruh wilayah Kalsel. Sejauh ini total TKI resmi asal Kalsel sejumlah 171 orang. Untuk daerah paling banyak diketahui dari Balangan lalu Hulu Sungai Tengah dan kemudian Kabupaten Banjar. (Rico)
Editor:Cell
-
HEADLINE1 hari yang laluPrakiraan BMKG: Cuaca Kalsel Sepekan Ada Potensi Hujan Ringan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluLantik 23 Pembakal, Bupati Banjar Minta Pembakal Rangkul Semua Pihak
-
HEADLINE3 hari yang laluTiga Dekade Menanti Rumah Ibadah GBI Kemah Kesaksian Banjarmasin
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluBPBD Balangan Serahkan Bantuan Pinjam Pakai Peralatan Karhutla
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluDesa Hambuku Baru Dinilai Tim Lomba PHBS Provinsi Kalsel
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluSekda Buka Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah Kabupaten Banjar 2026


