Kanal
Uhaib: Wujud Praktik Keserakahan dan Mafia Politik
MARTAPURA, Kasus dugaan penyelewengan dana kunker pada DPRD Kabupaten Banjar yang diawali laporan praktik perjokian salah satu anggota dewan inilah yang disebut Uhaib As’ad, Dosen Ilmu Politik Uniska Banjarmasin, sebagai bentuk keserakan dan mafia politik atas nama lembaga terhomat demi mendapat keuntungan pribadi.
Karena mestinya, jika anggota dewan bersangkutan tidak dapat mengikuti agenda kunker, tidak perlu menunjuk orang lain untuk mewakili. “Apalagi menunjuk anak sendiri. Ini jelas praktik maling yang sangat tidak  bermoral di balik lembaga terhormat,†ujarnya.
Yang perlu diingat, ujar Uhaib, DPRD bukan lembaga pribadi atau keluarga untuk mendapatkan kepentingan pribadi pula. Dewan merepresentasikan kepentingan publik. Oleh karena itu, anggota dewan tidak dapat seenaknya berlindung di balik marwah dewan semata untuk kepentingan pribadi.(Baca: Jalan Panjang Menguak Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Banjar).
“Inilah wujud keserakahan di balik institusi dewan. Dan ini harus dilawan. Apalagi yang digunakan untuk kunker uang rakyat. Jika memang tidak dapat mengikuti ya sudah tidak usah berangkat,†kata tegas Uhaib.***
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluBersih Sampah di Pasar Galuh Cempaka, Wali Kota Lisa Turun Tangan
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluEtalase Budaya Kalsel Teranyar di TMII: Dermaga Pasar Terapung Diresmikan
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluBanjarmasin Usulkan Perluasan Wilayah ke Aluhaluh
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Perbaiki Pipa Bocor di Jalan Gubernur Syarkawi, Ini Wilayah yang Terdampak
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN UIP3B Kalimantan Gelar Clean Energy Day, Dorong Perubahan Gaya Hidup Rendah Emisi
-
Olahraga20 jam yang laluBanua Criterium Challenge, Pemanasan Atlet Triathlon Kalsel Menuju Kejurnas







