Kanal
Uhaib: Wujud Praktik Keserakahan dan Mafia Politik
MARTAPURA, Kasus dugaan penyelewengan dana kunker pada DPRD Kabupaten Banjar yang diawali laporan praktik perjokian salah satu anggota dewan inilah yang disebut Uhaib As’ad, Dosen Ilmu Politik Uniska Banjarmasin, sebagai bentuk keserakan dan mafia politik atas nama lembaga terhomat demi mendapat keuntungan pribadi.
Karena mestinya, jika anggota dewan bersangkutan tidak dapat mengikuti agenda kunker, tidak perlu menunjuk orang lain untuk mewakili. “Apalagi menunjuk anak sendiri. Ini jelas praktik maling yang sangat tidak  bermoral di balik lembaga terhormat,†ujarnya.
Yang perlu diingat, ujar Uhaib, DPRD bukan lembaga pribadi atau keluarga untuk mendapatkan kepentingan pribadi pula. Dewan merepresentasikan kepentingan publik. Oleh karena itu, anggota dewan tidak dapat seenaknya berlindung di balik marwah dewan semata untuk kepentingan pribadi.(Baca: Jalan Panjang Menguak Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Banjar).
“Inilah wujud keserakahan di balik institusi dewan. Dan ini harus dilawan. Apalagi yang digunakan untuk kunker uang rakyat. Jika memang tidak dapat mengikuti ya sudah tidak usah berangkat,†kata tegas Uhaib.***
-
kampus3 hari yang laluWorkshop Jurnalis Mahasiswa Pendidikan Sosiologi ULM
-
HEADLINE2 hari yang laluMama Sinta Dijemput Jet Pribadi Sebelum Laporkan Film Pesta Babi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Antar Kepulangan HM Haridi ke Peristirahatan Terakhir
-
Bisnis2 hari yang laluEkspor Batu Bara, CPO, Ferro Alloy Lewat Satu Pintu Berlaku 1 Juni 2026
-
HEADLINE2 hari yang laluKloter BDJ 01 Bersiap Kembali ke Tanah Air, Tiba 4 Juni di Bandara Syamsudin Noor
-
Bisnis15 jam yang laluEkspansi Bisnis Jhonlin Group, Akuisisi Saham PACK Senilai Rp936,65 Miliar


