Hukum
Tim Biddokes Polda Kalsel Outopsi Jenazah Wanita Hamil
TANJUNG, Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Kalsel bersama dengan Tim medis RSUD Ulin Banjarmasin melakukan autopsi terhadap jenazah perempuan hamil yang diguga menjadi korban pembunuhan di Tempat Pemakaman Umum Tanjung (TPU), Jl Agung Suprapto, Selasa (5/2).
Outopsi ini mendapat kawalan dari puluhan polisi yang berjaga dari menjelang hingga selesai proses penelitian terhadap jenazah. Setidaknya, ada 50 anggota polisi yang bertugas melakukan pengamanan pada pagi hingga siang tadi.
Kapolres Tabalong AKBP Hardiono SIK mengatakan, penjagaan dibagi menjadi tiga lapis untuk memaksimalkan petugas dalam melakukan proses outopsi.
“Nanti kita akan tunggu hasil dari tim ini bekerja. Tentunya akan memerlukan waktu untuk mengetahui penyebab kematian korban,” teran AKBP Hardiono.
Sebagaimana dilansir oleh tribunnews.com, proses outopsi dilakukan di tempat. Mengingat usai outopsi, jasad korban akan langsung dikebumikan dengan proses pemakaman. Jenazah akan dimandikan dan disalatkan sebelum kembali dimakamkan. “Kami menunggu hasil, diupayakan secepatnya untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ungkapnya.
Mayat yang ditemukan di aliran sungai Tabalong dipastikan merupakan korban berinisial RD karena terdapat kecocokan pada keterangan saksi dan baju yang dikenakan korban. Sebelumnya, Jajaran Polres Tabalong berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang pada siang Sabtu (2/2).
Identitas pelaku berinisial MR(16), warga Desa Paliat Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong. Sedangkan korbannya adalah RD (18), Warga Desa Murung Karangan Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong.
Saat ini MR sedang dilakukan pemeriksaan guna proses penyidikan lebih lanjut terkait penemuan mayat perempuan yang ditemukan mengambang di Sungai Tabalong dengan kondisi meninggal dunia pada Rabu (30/1) .
Kasat Reskrim Polres Tabalong Iptu Matnur, SH juga menyampaikan dalam perkembangannya ternyata mayat Mrs X adalah RD (18), seorang perempuan, warga Desa Murung Karangan Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong.
Hal tersebut dikuatkan denga keterangan dari orangtua korban setelah melihat ciri-ciri anaknya baik pakain serta perhiasan berupa anting-anting yang digunakan RD. “Dengan adanya kejadian ini kami sangat prihatin, karena pelakunya masih dibawah umur dan masih berstatus pelajar, kami juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Tabalong khususnya para orang tua agar lebih peka terhadap gerak gerik dan perilaku anak-anaknya, senantiasa mengawasi serta memberikan bekal agama yang cukup agar anak-anak kita tidak tergelincir melakukan hal-hal yang melanggar norma susila maupun norma hukum”, pesan Kasat Reskrim Iptu Matnur.(rico)
Editor : Chell
-
HEADLINE1 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluGubernur Muhidin Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Pimpin Gerakan Indonesia Asri di Kawasan GOR Pangeran Suryanata
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluLomba Balogo dan Badaku di Lapangan Pahlawan Amuntai
-
HEADLINE1 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSaidi Mansyur Lepas Keberangkatan 360 Calon Haji Asal Kabupaten Banjar






