Otomotif
Impor Mitsubishi Delica Dihentikan, Ketersedian Suku Cadang Dijamin
Lama tak ada penyegaran, ternyata kendaraan multi guna (MPV) Mitsubishi Delica sudah tidak lagi dipasarkan di Indonesia. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memutuskan untuk tidak lagi menjual produk MPV tersebut.
Penghentian ini diklaim merupakan kebijakan prinsipal Jepang yang hanya tidak lagi menjual Delica ke pasar luar negeri, termasuk Indonesia.
“Terus terang untuk Delica stok di MMKSI sudah habis stoknya dan kami mempelajari permintaannya tidak terlalu tinggi dan effort-nya besar, jadi saat ini kami tidak lagi mengimpor kendaraan tersebut,†ucap Head of MMC Sales and Marketing Group PT MMKSI Imam Choeru Cahya dalam konferensi pers, Jumat (3/8/2018). Imam mengungkapkan, keputusan tidak melakukan impor ini sudah dilakukan sejak tahun lalu, dan tahun ini sama sekali tidak membawa MPV tersebut. Dari data Gaikindo, Mitsubishi sempat menjual Delica pada Januari sebanyak 25 unit, Februari 1 unit, Maret, April dan Mei 0 Unit serta Juni 2 unit. Imam menjelaskan penghentian impor Delica hanya dilakukan di Indonesia saja.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari-Juni 2018 Mitsubishi Delica masih mencatat penjualan sebanyak 28 unit. Sementara total penjualan Mitsubishi di periode tersebut mencapai 100.122 unit. Mitsubishi Xpander menjadi kontributor terbesar penjualan dengan total 39.948 unit.
Konsumen yang ingin produk tersebut sudah tidak dapat lagi melakukan pemesanan. Meski demikian MPV tersebut masih diproduksi Mitsubishi dan dijual untuk pasar domestik Jepang.
Meski impor Delica dihentikan, MMKSI tetap menjamin ketersediaan suku cadang dan layanan servisnya di Indonesia. “Mobilnya masih diproduksi di Jepang. Jadi untuk suku cadang dan layanan servis tetap dijamin,†kata Boediarto, Head of Technical Service Dept MMKSI.
“Jadi untuk kesediaan suku cadang dan layanan purna jual masih aman. Suku cadang kami datangkan dari Jepang,†ujar Boediarti.
Delica pertama hadir pada tahun 2014. Sempat terjual 404 unit di tahun 2015, angka penjualannya terus menurun hingga tahun lalu hanya tercatat 171 unit. Tahun ini wholesalenya hanya di angka 28 unit. (bie/net)
Editor : Bie
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung
-
NASIONAL2 hari yang laluPemerintah akan Bangun Yonif TP Setiap Kabupaten dan Kota se Indonesia
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluGubernur Muhidin Apresiasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru
-
HEADLINE2 hari yang laluTantangan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel di Usia 27 Tahun
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluTingkatkan Kapasitas Pemuda, DPMD Kabupaten Banjar Gelar Bimtek Karang Taruna






