HEADLINE
Berangkat ke Tanah Suci Nenek Aminah dari Jualan Jamu Keliling
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Perjalanan menuju dua Tanah Suci -Makkah dan Madinah- tidak selalu dimulai dari kemapanan.
Bagi Siti Aminah, nenek berumur 76, salah satu jemaah Embarkasi Haji Banjarmasin asal Provinsi Kalimantan Tengah panggilan rukun Islam kelima itu justru berangkat dari langkah-langkah kecil yang dijalani setiap hari. Dia meracik dan menjajakan jamu tradisional dari kampung ke kampung.
Di usia lanjut, nenek Aminah membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih panggilan dari Nabi Ibrahim untuk datang ke Tanah Suci. Bertahun-tahun, dia menabung dari hasil jualan jamu keliling, menyisihkan sebagian kecil penghasilan dengan penuh disiplin dan kesabaran.
Baca juga: Anjungan Kalsel Terbaik I Pradana Nitya Budaya TMII Award 2026
“Alhamdulillah, saya tidak pernah menyangka bisa sampai seperti ini. Dari jualan jamu yang hasilnya tidak seberapa, saya hanya menyisihkan sedikit demi sedikit. Yang penting niatnya lurus dan tidak putus berdoa,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, dikutip dari kalsel.haji.co.id.
Rutinitas yang dijalani nenek Aminah bukanlah hal yang mudah. Setiap hari ia berkeliling sejauh kurang lebih 7 kilometer dengan sepeda, menyusuri desa dan wilayah sekitar untuk menawarkan jamu kepada pelanggan.
Rutinitas harian tersebut justru membuat kondisi fisiknya tetap prima. Tim pemeriksa kesehatan menilai kesehatan nenek Aminah dalam kategori baik, mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, hingga hemoglobin.
“Saya jualan naik sepeda, sehari kurang lebih 7 kilometer, keliling desa sampai ke desa tetangga,” katanya.
Baca juga: Aparatur Desa se Kecamatan Sungai Tabukan Dibekali Desain Grafis
Perjalanan panjang itu tidak berhenti saat ia berhasil mendaftar haji. Nenek Aminah tercatat mendaftar pada tahun 2012 dan harus menunggu antrean keberangkatan selama bertahun-tahun.
Dalam masa penantian tersebut, ia juga menghadapi cobaan dengan wafatnya sang suami pada tahun 2021. Namun, dengan dukungan anak-anak serta hasil jerih payahnya berjualan jamu, ia tetap melanjutkan perjuangannya.
“Saya mendaftar haji tahun 2012. Suami meninggal tahun 2021. Sebagian biaya dibantu anak-anak dan dari jualan jamu. Saya percaya kalau Allah sudah mentakdirkan memanggil, pasti ada jalannya. Saya jalani saja dengan sabar, ikhlas, dan terus berusaha,” tuturnya.
Kisahn ini setidaknya menggambarkan ibadah haji bukan semata tentang kemampuan materi, tetapi juga tentang keteguhan niat dan konsistensi doa usaha. Di tengah gaya hidup modern yang serba instan, perjuangan nenek Aminah menghadirkan pelajaran tentang arti kesabaran dan keikhlasan.
Baca juga: Test Event Persiapan HSU Tuan Rumah Porprov XIII
Dari 16 anak yang dilahirkannya, enam di antaranya telah meninggal dunia. Sementara itu, dari 10 anak yang ada, beberapa di antaranya telah berhasil meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kesehatan.
“Saya menikah muda, umur 14 tahun. Alhamdulillah, anak-anak ada yang berhasil menjadi PNS dan perawat,” ungkapnya.
Lebih jauh, kisah ini mengandung pesan moral yang kuat. Di saat sebagian orang merasa ragu atau menunda niat berhaji karena keterbatasan, Nenek Aminah justru menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan sesuatu yang besar.
Baca juga: Polres Kapuas Musnahkan Sabu dari Palangkaraya
“Pesan saya, jangan pernah merasa tidak mampu. Kalau punya niat baik, mulai saja dulu. Sedikit-sedikit lama-lama jadi, yang penting istiqamah,” pesannya.
Perjalanan Siti Aminah bukan sekadar kisah tentang keberangkatan haji, melainkan juga tentang harapan, kerja keras, dan keyakinan. Ia membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih melalui ketekunan dalam menjalani hal-hal kecil setiap hari. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
-
Kota Banjarbaru3 hari yang lalu102 ASN Pemko Banjarbaru Isi Jabatan Fungsional yang Baru
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluWalhi Kalsel Tantang Menteri LH yang Baru Akhiri Persoalan Lingkungan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluAtasi Blank Spot, Pemkab HSU Pastikan BTS di Desa Bararawa Berfungsi
-
HEADLINE3 hari yang lalu201 Desa di Kalsel Masih Area Blank Spot
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluLibur Hari Buruh Nasional, PTAM Intan Banjar Sesuaikan Jadwal Pelayanan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluWarga – Polisi Lakukan Perbaikan Jembatan Desa Jingah Bujur



