Kota Palangkaraya
Tak Perlu Panik, Pasokan Oksigen Pasien Covid-19 di Palangkaraya Aman!
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA– Ketersediaan cadangan tabung oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 di RSUD Palangkaraya masih terpenuhi. Maka masyarakat yang tengah menjalani isolasi di rumah sakit tidak perlu khawatir.
Selama ini pasokan oksigen ke rumah sakit satelit Covid-19 ini dilakukan oleh pihak ketiga.
“Kami kerja sama dengan pihak ketiga mereka memastikan aman,” kata Direktur RSUD Palangkaraya, dr Abram Sidi Winasis, Kamis (1/7/2021).
Baca juga: Sempat Bikin Heboh, Paranormal Mbak You Meninggal Dunia
Kendati mengalami peningkatan penggunaan oksigen sejak pandemi, namun dirinya bersyukur kebutuhan oksigen selalu bisa dipenuhi pihak ketiga.
“Kebutuhan bervariasi setiap bulan. Tetapi sampai saat ini pasokan oksigen aman. Mungkin berbeda dengan di Jawa,” ujarnya.
Sementara itu dari data terkini sebaran Covid-19 di Kalimantan Tengah, untuk Kota Palangkaraya ada penambahan 66 orang terkonfirmasi positif, sehingga akumulasi kasus sejak pandemi 7.423 orang.
Sebanyak 49 orang menjalani perawatan dan total yang sembuh sejak pandemi 579 orang.
Sedangkan untuk pasien sembuh bertambah 14 orang sehingga total sembuh 6.617 orang dan meninggal dunia bertambah 3 orang sehingga menjadi 227.
Di antara 13 kabupaten lainnya, Palangkaraya berada di urutan tertinggi sebaran Covid-19 di Kalimantan Tengah. (kanalkalimantan.com/tri)
Reporter: tri
Editor: cell
-
Kabupaten Banjar21 jam yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE3 hari yang laluUji Coba Mikrotrans Listrik Banjarmasin, Menuju Transportasi Umum Ramah Lingkungan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





