Kabupaten Barito Kuala
Lahan Terendam Banjir, Petani Manfaatkan Limbah Plastik Tanam Benih Padi
KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN – Akibat lahan pertanian masih terendam banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Kuala, warga manfaatkan limbah gelas plastik sebagai tempat penyemaian benih padi. Guna menghemat tempat, benih padi yang mulai tumbuh lalu diletakan di teras rumah.
Manfaatkan lahan sempit, warga di Kecamatan Jejangkit gunakan limbah gelas plastik untuk menyemai padi ketika memasuki masa tanam. Banjir yang melanda Kecamatan Jejangkit sejak Januari lalu lantas masih merendam lahan pertanian mereka, namun tanpa patah arang, warga mensiasati menanam benih padi yang masih tersisa.
“Sebenarnya ini adalah sisa benih padi saya, belasan karung sebelumnya terendam banjir namun syukurnya sebagian masih bisa diselamatkan dan saya coba memanfaatkan bertanam di limbah gelas plastik sebelum nantinya ditanam di sawah,” kata Rahimah warga asal Kecamatan Jejangkit.
Dijelaskan Rahimah, menyemai benih padi lokal digelas plastik semacam ini memang kerap dilakukan warga ketika sebagian lahan pertanian terendam banjir, terlebih disaat seperti sekarang.
Sementara itu Penyemaian benih padi yang dilakukan ini hanya sebagai persiapan jika sewaktu waktu banjir kembali surut, sehingga para petani dapat bercocok tanam padi kembali di lahan pertanian mereka. (kanalkalimantan.com/rdy)
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluAksi Kamisan di Banjarmasin, Kasus Andrie Yunus: Teror Terhadap Pembela HAM
-
HEADLINE2 hari yang laluPemko Banjarbaru Alihkan CFD ke Jalan Panglima Batur, Dimulai 12 April
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI
-
Kabupaten Kotabaru3 hari yang laluKemegahan Pembukaan MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluBupati Bersama Alim Ulama dan Habaib Ikuti Haul Ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar
-
Kabupaten Kotabaru3 hari yang laluMTQN ke-56 Kotabaru Resmi Dimulai, 498 Peserta Ikuti 17 Cabang Lomba





