Connect with us

Kota Banjarbaru

93 Peserta Lulus CPNS Pemkot Banjarbaru, 3 Formasi Tak Terisi

Diterbitkan

pada

Seleksi CPNS Pemkot Banjarbaru tahun 2018 lalu. Foto : BKPP Banjarbaru

BANJARBARU, Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Banjarbaru telah berakhir. Tercatat 93 peserta yang dinyatakan lulus dari 96 formasi yang disediakan yaitu 42 tenaga pendidik dan 54 tenaga kesehatan, sehingga membuat 3 formasi yang nihil pelamar.

“Ada tiga formasi yang kosong, karena memang dari awal tidak ada pendaftarnya. Yaitu formasi dokter spesialis jantung, patologi anatomi dan bedah syaraf,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru Sri Lailana kepada kanalkalimantan.com.

Pejabat eselon II yang baru dilantik ini mengungkapkan, bagi peserta yang lulus diharuskan melakukan registrasi atau daftar ulang mulai tanggal 8 sampai 19 Januari 2019, dengan membawa kelengkapan administrasi.

“Berkas yang perlu dibawa diantaranya surat lamaran, fotokopi ijazah/STTB beserta transkrip nilai yang sudah dilegalisir, SKCK dan lain-lain,” ungkapnya.

Terpisah, Kabag TU RS Idaman Banjarbaru M Firmansyah mengatakan, pihaknya telah memprediksi formasi dokter spesialis bakal kosong pelamar.

“Sudah kami duga. Karena dokter spesialis sangat langka. Kalaupun ada, mereka memilih ke rumah sakit yang menawarkan tunjangan lebih besar dan fasilitas lengkap,” ucapnya.

Padahal, menurut Firmansyah saat ini RS Idaman sangat memerlukan dokter spesialis jantung, patologi anatomi dan bedah syaraf yang berstatus PNS. Sebab, selama ini mereka hanya ‘meminjam’ dari rumah sakit lain. “Kalau tidak ada dokter spesialis, terpaksa pasien kami rujuk ke rumah sakit lain,” katanya.

Selain Kota Banjarbaru, kelulusan seleksi CPNS Pemprov Kalsel juga sudah diumumkan satu hari lebih dulu, yaitu, pada Kamis (3/1) kemarin.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel Perkasa Alam mengungkapkan, dari 664 peserta yang mengikuti tes SKB, total ada 328 yang lulus. “Jumlah yang lulus sesuai dengan total formasi,” ungkapnya.

Dia meminta, bagi peserta yang belum lulus agar jangan berkecil hati. Sebab, masih ada kesempatan di lain waktu. “Yang tidak lulus sabar dan ikhlas, karena itu sudah hasilnya,” ucapnya.

Dijelaskannya, peserta yang lulus memiliki nilai tertinggi di setiap formasi. Di mana nilai tersebut didapatkan dari penggabungan hasil tes SKD dan SKB. “Bagi yang lulus bisa melakukan pemberkasan pada tanggal 7 sampai 18 Januari,” pungkasnya. (rico)

Bagikan berita ini!
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares
-->