7 Kg Sabu Nyaris Beredar di Kalsel, Jaringan Lapas Belum Habis? - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

7 Kg Sabu Nyaris Beredar di Kalsel, Jaringan Lapas Belum Habis?

Diterbitkan

pada

Polda Kalteng berhasil menggagalkan peredaran sabu 7 kg Foto: tribun

PALANGKARAYA, Sebanyak 7 kg sabu asal Malaysia yang mestinya akan diedarkan di Kalsel berhasil dicegah oleh tim dari jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal tersebut terangkap saat ekspose kasus yang digelar di Mapolda Kalteng, Selasa (9/10).

Wakapolda Kalteng Brigjen Rikwanto seperti dilansir Tribunnews.com mengatakan, polisi berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial PR (27), selaku kurir sabu jaringan Malaysia untuk diedarkan di Kalimantan. Berdasarkan keterangan tersangka, yang bersangkutan sudah dua kali memasukkan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur darat. Yakni dari Kalbar masuk Kalteng dan akan dipasarkan di Kalsel.

“Sabu asal Malaysia tersebut masuk lewat Kalbar ke Kalteng melalui jalur darat di Lamandau menuju Sampit. Rencananya dipasarkan di Kalsel, menggunakan jalan darat naik mobil,” terang Brigjen Riwanto.

Untungnya, pengiriman kedua yang dilakukan pelaku digagalkan petugas. Tersangka PR berhasil ditangkap jajaran Dit Resnarkoba Polda Kalteng sebelum masuk Kalsel. Polda Kalteng sendiri akan terus mengembangan kasus ini i untuk menangkap jaringan lainnya. Termasuk melakukan koordinasi dengan Polda Kalsel untuk pengungkapan jaringan lainnya.

Terkait sabu jaringan Malaysia ini, Polda Kalsel sebelumnya menggelar pemusnahan 17 Kg sabu (17.210,9 gram) serta puluhan narkotika jenis lain hasil dari pengungkapan jaringan tindak pidana Narkoba di Kalsel, dari tanggal 1- 18 September, di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Rabu (19/9) pukul 08.30 Wita.

Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani mengatakan, jajarannya berhasil menggulung tindak pidana Narkoba sebanyak 85 kasus dengan mengamankan sedikitnya 113 pelaku. Sedangkan barang bukti yang disita di antaranya berupa sabu seberat 417,72 Gram, Karisprodol 6.004 Butir, ekstasi 13 Butir, dan obat daftar G sebanyak 8.890 butir.

Kapolda Irjen Yazid Fanani menjelaskan, pada kegiatan kali ini barang bukti yang dimusnakan yaitu sabu seberat 17 kg lebih dari hasil pengungkapan jaringan terhadap tersangka Ardiansyah alias Dian, warga Jalan A Yani Km 7, Komplek Palapan Indah, Kelurahan Kertak Hanyar, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Juga atas tersangka Muhammad Hasan alias Hasan, warga Jalan Manarap Tengah Handil Dua, Kelurahan Manarap Tengah Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, dengan barang bukti 17.000 gram, pada Jumat (10/8) silam.

 “Kedua pelaku diamankan di Bandara Syamsudin Noor dan saat itu didapati 37 bungkus sabu dengan berat 17 kg,” kata Kapolda.

Selain itu, barang bukti sabu yang dimusnakan juga ditambah dengan hasil pengungkapan kasus Ditresnarkoba sebanyak 210,9 gram sabu beserta barang bukti lainnya. Juga ada barang bukti berupa Tembakau Gorila seberat 22,25 gram, Biji Ganja 12,83 gram, ekkstasi 10 butir, dari jumlah kasus sebanyak 25 laporan polisi dan jumlah tersangka 34 orang. Semua barang bukti tersebut dimusnahakan dengan cara dilarutkan dan diblender.

Irjen Yazid Fanani menambahkan, dari hasil pengungkapan jaringan Pekanbaru – Banjarmasin, Polda Kalsel telah menyelamatkan sebanyak 344.218 orang terhindar dari narkoba. “Artinya dari 17.210 gram sabu dalam setiap 1 gram sabu dapat digunakan 20 orang,” ungkapnya.

Tertangkapnya para pelaku jaringan Pekanbaru-Banjarmasin seperti halnya Dian dan Hasan membuat Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengembangkan kasus lebih jauh. Hingga akhirnya dapat meringkus tersangka penyedia KTP palsu, yaitu Muhammad Hertoni alias Toni, warga Jalan Veteran, Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Toni diketahui merupakan Jaringan Sindikat Narkoba Internasional dari Malaysia ke Kalsel (jalur Riau, Padang, Palembang, Lampung dan Surabaya).

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Muhammad Firman menjelaskan, pelaku Toni selama ini berperan sebagai spesialis penyedia pembuat KTP palsu dalam mengatur masuknya narkoba ke wilayah Kalimantan Selatan.

“Modus operandinya sangat terorganisir. Yaitu ada yang berperan sebagai koodinator lapangan, kapten lapangan, pelaksana lapangan, pengawas lapangan dan penyedia akomodasi berupa KTP untuk mempermudah akses selama di perjalanan,” ungkapnya.

Toni tertangkap tangan pada akhir Agustus lalu, tepatnya Senin (27/8) di Jalan Sultan Adam Kelurahan Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara ketika sedang membawa satu paket besar sabu dengan berat kotor 17,8 gram yang saat itu dipegang menggunakan tangan dan 0,79 di kantong celana depan.

Dijelaskan juga, para pelaku selama ini membawa Sabu dan ekstasi selalu berkelompok. Mereka mengemas Narkoba tersebut menggunakan bungkus abon ikan patin, lalu membawanya melalui transportasi darat, laut atau udara. Narkoba tersebut didapat dari daerah Pekanbaru, Provinsi Riau, menggunakan sistem komunikasi secara terputus.

“Para pelaku juga tidak pernah bertemu dan mengenal dengan ‘Big Bos’-nya. Sedangkan yang dikenal oleh para pelaku hanya nama samaran saja yaitu Sugali, Bang Botak, dan Kang Tato,” jelas Kombes Muhammad Firman.

Dari pembuatan KTP Palsu, Toni telah memasukan Narkoba ke wilayah Kasel dan berhasil diungkap Ditresnarkoba Polda Kalsel sebanyak 6 kasus. Kasus Dian dan Hasan menjadi kasus yang terakhir.

Tangan-tangan jaringan kelompok Hertoni alias Toni, “gurita” narkoba Kalsel, telah berhasil diputus secara total. Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani mengatakan kemungkinan akan terbentuk jaringan baru dengan modus yang lain. Namun pihaknya akan terus mengungkap jaringan di atasnya. Lalu, apakah ini jaringan baru yang dimaksud? (rico)

Reporter: Rico
Editor: Chell

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan