Connect with us

HEADLINE

Tragis, 2 Bocah Ditemukan Tenggelam di Danau Bekas Galian

Diterbitkan

pada

Foto: rico

BANJARBARU, Sungguh tragis nasib yang menimpa dua bocah berusia belia ini. Kedua bocah berjenis kelamin pria dan wanita ini ditemukan tenggelam di bekas galian Bumi Pekemahan Lemdikada Bina Banua, RT 23/ RW 06, Kelurahan Sei Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Banjarbaru, Kamis (20/12) sekitar pukul 16.00 Wita.

Identitas bocah pria diketahui bernama Hamudi (7). Sedangkan bocah perempuan yaitu Aliyah (6). Keduanya merupakan warga tinggal di RT 03/ RW 06, Kelurahan Sei Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Dua jenazah bocah yang tenggelam di bekas galian *Foto: rico

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya mengungkapkan, menurut keterangan para saksi, yaitu kedua ibu korban, yakni Soleha (35) ibu Hamudi, dan Maisyaroh (27), ibu dari Aliyah, sekitar pukul 13.00 Wita, kedua korban sedang bermain di samping rumah. Kemudian sekitar pukul 14.00 Wita, Soleha mencari keberadaan anaknya karena akan belajar mengaji. Setelah mencoba mencari di sekitar rumah, rupanya Soleha masih belum menemukan keberadaan anaknya tersebut.

“Ibu korban ini mencoba mencari ke danau yang berada kurang lebih berjarak 300 meter dari rumah korban. Setelah tiba di danau tersebut saksi melihat ada sepeda, baju serta sendal milik korban yang berada di pinggir danau,” ungkap Kapolres.

Merasa panik dan khawatir, Soleha kemudian memanggil Maisyaroh dan bersama – sama dengan warga masyarakat sekitar melakukan pencarian di danau. Dihantui rasa cemas, tidak lama setelah dilakukan pencarian, hati kedua ibu ini pun seakan remuk ketika melihat korban Aliyah ditemukan di dalam danau.

Isak tangis pun tidak tertahankan, suasana seakan semakin larut dalam duka, namun perjuangan menemukan Hamudi  harus terus dilakukan. Alhasil setelah kurang lebih 1 jam korban Hamudi ditemukan juga. Usai ditemukan, kedua korban sudah dalam dipastikan keadaan meninggal dunia, langsung dibawa ke rumah orang tua korban.

AKBP Kelana Jaya mengatakan, kedalaman danau lokasi kejadian diperkirakan kurang lebih 3 meter. Ia menghimbau agar orang tua agar lebih meningkatkan perhatian kepada anak-anaknya. Terlebih jika ada lokasi atau kawasan yang tidak boleh didekati oleh kalangan anak-anak.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita khususnya orang tua untuk meningkatkan perhatian kepada anak-anak kita. Terlebih lagi kalau di sekitar rumah ada kawasan yang rawan dan kurang aman bagi anak-anak maka harus dilarang dan diawasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Guntung Manggis. Sesosok tubuh anak kecil mengapung di kolam eks galian batu bata di Jalan Sungai Salak RT 32 RW 05 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (24/4) silam. Belakangan diketahui tubuh kecil itu bernama Mohammad Kurniawan (8), pelajar kelas II SD, warga Jalan Perumahan Chandra Jati Permai blok A RT 33 RW 05 No 10 Kelurahan Guntung Manggis.

Saksi N Arifin (48) warga Sungai Salak RT 034/ RW 005 Blok D No 1 Kelurahan Guntung Manggis mengungkapkan, berawal saat teman korban Rizky datang ke rumahnya menanyakan tentang alamat korban dengan membawa pakaian dan sepeda milik korban.

Merasa aneh, Arifin menanyakan ada apa kepada teman korban tersebut. Teman korban yang saat itu tidak kuasa menahan rasa paniknya bahwa temannya tenggelam di kolam.

Setelah mendengar hal tersebut Arifin dan orang tuanya langsung mendatangi ke lokasi kejadian, namun setibanya di sana tidak ada ditemukan korban. Saat yang sama datang seorang warga, ikut membantu Arifin masuk ke dalam kolam dengan kedalaman sekitar 4 meter. Tidak lama kemudian, korban diketemukan dalam keadaan tengkurap. Korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya.(rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares
-->