Kota Banjarbaru
Tindak Tegas Premanisme dan Ormas Bermasalah, Banjarbaru Bikin Tim Satgas Perkuat Stabilitas Kamtibmas
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Satuan Tugas Terpadu Penanganan Premanisme dan Organisasi Masyarakat (Ormas) bermasalah hadir di Kota Banjarbaru sebagai upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Tim yang berisi dari Polres Banjarbaru, Kodim 1006, Kejaksaan Negeri, Kementerian Hukum, Kemenag, Satpol PP, hingga sejumlah perangkat daerah terkait, akan secara bersinergi menindak segala bentuk premanisme dan Ormas yang meresahkan masyarakat.
Secara resmi rapat koordinasi lintas sektor dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rizana Mirza, mewakili Wali Kota Banjarbaru, Rabu (12/11/2025).
Baca juga: 1.988 Pelajar SD se HSU Khataman Al Qur’an, Ini Pesan Bupati Sahrujani
Rizana menegaskan bahwa penanganan premanisme dan Ormas bermasalah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
“Koordinasi antar instansi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta pelaku usaha di Banjarbaru,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rizana Mirza.
Dalam sesi pemaparan, sejumlah narasumber menyoroti dinamika sosial yang tengah berkembang di Banjarbaru. Pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi cepat disebut menjadi tantangannya, karena berpotensi meningkatkan mobilitas kelompok yang tidak terorganisasi secara formal namun memiliki pengaruh sosial di masyarakat.
Baca juga: FTBI 2025 Berakhir, Terus Wariskan ke Anak-anak Muda Bahasa Daerah
Kemudian premanisme dan ormas bermasalah kerap muncul karena lemahnya koordinasi antarinstansi dalam pendeteksian dini dan penegakan hukum.
Sehingga menurutnya kehadiran negara harus dirasakan nyata oleh masyarakat khususnya dalam memberikan rasa aman maupun menjamin kebebasan beraktivitas.
Apabila ada tindakan yang berpotensi menganggu sosial maupun memengaruhi kestabilan ekonomi daerah pihaknya tidak ragu-ragu menindak tegas.
“Oleh karena itu, dibentuklah Tim Satuan Tugas Terpadu sebagai wadah untuk menyatukan langkah dan strategi penanganan di lapangan,” ungkapnya.
Baca juga: Banyak Masyarakat Malu Menggunakan Bahasa Daerah
Melalui forum koordinasi ini, setiap unsur dalam tim Satgas diminta menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai pedoman operasional di instansi masing-masing.
RAD tersebut akan memuat strategi pencegahan, pola koordinasi penegakan hukum, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi bersama.
Adapun langkah-langkah strategis yang disepakati antara lain:
1. Meningkatkan koordinasi dan sinergitas antarinstansi terkait dalam penanganan premanisme dan ormas bermasalah.
2. Menyusun langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap potensi gangguan Kamtibmas.
3. Mendorong terciptanya iklim investasi dan dunia usaha yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Banjarbaru.(Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
kriminal banjarbaru2 hari yang laluTipu-tipu Proyek Bikin Kanopi, Dua Lelaki Ditangkap Polisi
-
kampus2 hari yang laluMenangi Pemiluma 2025, Zidan Terpilih Presiden Mahasiswa ULM 2026
-
Hukum2 hari yang laluBerkas 14 Tersangka Kasus Anak SD Tenggelam The Breeze Water Park Masih Proses Polisi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Spontan Singgah di Desa Panawakan Lihat Perajin Lukah
-
Bisnis23 jam yang laluBeras Lokal di Pasar Bauntung Naik, Stok Aman
-
kriminal banjarbaru3 hari yang laluKaryawati Toko Bangunan di Landasan Ulin Diringkus Polisi Tilep Uang Penjualan



