Connect with us

HEADLINE

Tak Bisa Selamatkan Meratus, Wakil Rakyat Kalsel Diminta Mundur!

Diterbitkan

pada

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK janji penyelamatan pegunungan Meratus dari ekplorasi tambang saat aksi demo mahasiswa, Senin (30/9). foto: fikri

BANJARMASIN, Aksi demo mahasiswa Aliansi Rakyat Kalsel menuntut wakil rakyat memperhatikan penyelamatan hutan tropis di Pegunungan Meratus. Tuntutan tersebut ikut mengemuka saat mahasiswa lintas kampus berdemo di DPRD Kalsel Senin (30/9), jika #SaveMeratus yang juga jadi isu para pendemo saat berorasi di Rumah Banjar tak berhasil dilakukan, wakil rakyat Kalsel diminta mundur.

Aspirasi mahasiswa mengenai penyelamatan Pegunungan Meratus langsung menjadi atensi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK. Ia menjanjikan sejak saat duduk sebagai Ketua Komisi III pada periode 2014-2019 lalu, ia sendiri telah berkomitmen yang perlindungan atas pegunungan Meratus agar tidak dieksplorasi, dan akan mundur bila kebijakan itu dilanggar. Komitmen ini pun sejalan dengan tuntutan mahasidwa yang juga ia tandatangani. Baca: Mahasiswa Kembali “Kepung” Rumah Wakil Rakyat Kalsel

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK. foto: fikri

Sementara itu, korlap aksi, Ridho Agd menekankan aksi yang mereka lakukan sebegai tekanan bahwasanya warga Kalsel secara final tidak ingin adanya KUHP yang bermasalah dan tidak may ada pelemahan KPK. “Dalam hal (aksi demo) ini kita menekankan Perpu harus terbit,” kata Ridho. Baca: Temui Pendemo, Ketua DPRD Kalsel Malah Diajak Kenalan

Eleman mahasiswa lintas perguruan tinggi di Kalsel ini meminta DPRD Kalsel mengawal dan juga menyuarakan bahwa Perpu itu harus terbit. “Harus ada kajian yang lebih matang mengenai UU KPK, agar tidak ada upaya pelemahan lembaga anti rasuah itu,” tuturnya.

Hasil dari aksi yang bubar pada sekitar pukul 13.30 Wita menghasilkan sebuah “surat perjanjian” antara massa aksi dan anggota dewan, di mana jika tuntutan yang pihaknya aspirasikan tidak dilaksanakan, maka para anggota dewan harus turun dari jabatan mereka. Baca: Orasi Dosen di Tengah Pendemo, Mahasiswa Gerah, Langsung Disuruh Hentikan “Kuliah Umum”

“Dan jika poin-poin ini tidak terpenuhi maka akan kami kejar hingga liang lahat,” tegas mahasiswa yang juga Sekretaris DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalsel ini.

Ada 7 anggota dewan yang turun menghadapi massa aksi demo, termasuk ketua dan wakil ketua DPRD 2019-2024 yang baru dilantik, yaitu H Supian HK dan M Syaripuddin.

H Supian HK usai menandatangani surat perjanjian tersebut menyatakan bahwa ia sendiri sejalan dan sependapat dengan aspirasi para mahasiswa.  “Apapun tuntutan mereka tadi kita sepakat untuk melanjutkan sampai ke presiden. Nanti Presiden lah yang bisa menimbang, memilah dan sebagainya,” tegas Supian. Baca: Anggota DPR RI dari Kalsel Ladeni Pendemo Via Telepon

Sementara itu, Wakil Ketua M Syaripuddin mengatakan kepada awak media bahwa mereka menelpon anggota DPR RI Rifqi Karsayuda dan dalam komunikasinya mereka berkomitmen memperjuangkan aspirasi mahasiswa.  “Kami juga ingin memperbaiki lebih baik lagi. Mencoba agar DPR RI dan DPRD bisa melakukan diskusi komunikasi publik biar undang-undang lebih bagus lagi,” pungkasnya. (mario)
Reporter : mario
Editor : bie

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->