Connect with us

Hukum

Silet hingga Sendok Ditemukan di Lapas Perempuan Martapura

Diterbitkan

pada

Penggeledahan di Lapas Perempuan Martapura dilakukan petugas, Selasa (16/2/2021) malam. Foto: lapas perempuan martapura

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kalimantan Selatan mengamankan sejumlah barang milik warga binaan hasil razia lima blok di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura, Selasa (16/2/2021 ) malam.

Giat Satopspatnal Kanwil Kemenkumham Kalsel di Lapas yang dihuni 404 napi tersebut melibatkan kepala dan sipir dari Lapas Banjarmasin, Lapas Marabahan, Lapas Pelaihari dan Lapas Banjarbaru.

Dari penggeledahan petugas ditemukan beberapa barang-barang di antaranya sendok, silet, paku, sikat gigi serta barang berbahan kaca dan lainnya.

Kepala Bidang Keamanan Kesehatan Perawatan Narapidana dan Pengelolaan Basan dan Baran Kanwil Kemenkumham Kalsel, Muhammad Susanni mengatakan, razia dilakukan untuk pencegahan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Perempuan Martapura.



“Barang-barang yang ditemukan itu berpotensi dapat dijadikan senjata untuk melukai,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak menemukan barang-barang yang sangat berbahaya, seperti senjata tajam, atau barang terlarang seperti narkotika dan hanphone.

Barang-barang yang disita dari tangan penghuni Lapas Perempuan Martapura, masih termasuk barang yang berpotensi menimbulkan kerawanan, namun tidak terlalu rawan.

Susanni menduga barang-barang tersebut diselundupkan dari luar melalui titipan barang pihak keluarga atau kerabat penghuni Lapas Perempuan.

“Kami akan lebih meningkatkan pengawasan barang titipan untuk warga binaan dari keluarga ataupun kerabatnya,” ucapnya.

Susanni menilai situasi Lapas Perempuan Martapura cukup baik lantaran tidak ditemukan barang-barang yang berpotensi menimbulkan kerawanan tinggi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura, Salis Farida Fitriani mengaku secara rutin sekali dalam sepekan melakukan razia untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.

“Itu sudah jadi agenda rutin di sini sidak internal seminggu sekali dan kadang juga digelar sidak insidential,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 

 


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->