Connect with us

HEADLINE

Setor Hasil Penjaringan Pilkada Kalsel ke DPP, Ini Nama-nama Kandidat yang Kabarnya Diusung Golkar!

Diterbitkan

pada

Proses penjaringan di DPD Golkar Kalsel beberapa waktu lalu Foto : dok kanal

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah nama kandidat hasil penjaringan DPD Golkar Kalsel untuk Pilkada 2020, kabarnya sudah disetor ke DPP Golkar guna dimintakan rekomendasi. Baik untuk Pilgub Kalsel hingga Pilkada di kabupaten/kota. Di antara sejumlah nama yang beredar, kejutan terjadi di sejumlah daerah!

Informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, hasil penjaringan Golkar Kalsel tersebut telah rampung dan disampaikan ke DPP Golkar pada tanggal 7 Februari 2020 lalu. Dari sejumlah nama yang disampaikan, ada yang sudah sepaket dengan pasangan tapi ada pula yang hanya calon kepala daerahnya saja. Begitupun, dari 7 kabupaten/kota plus Provinsi yang menggelar Pilkada, ada satu daerah yang masih kosong alias belum ditetapkan jago dari Partai Golkar.

Sebagaimana diketahui, Partai Golkar sebelumnya telah membuka pendaftaran terkait kandidat calon yang diusung di Pilkada. Untuk pendaftaran sendiri, sudah ditutup beberapa waktu lalu. Sebagai salah satu partai besar di Kalsel, tentu saja banyak kandidat yang melamar untuk bisa diusung oleh partai berlambang pohon beringin ini.

Lalu, siapa saja nama-nama yang diusung?

Untuk Pilgub Kalsel, sebagaimana diketahui Golkar sebelumnya hanya mengusung incumbent Gubernur Kalsel yang juga Ketua DPD I Golkar, H Sahbirin Noor. Namun dalam laporan hasil penjaringan ke DPP, belum disampaikan calon pendamping Paman Birin.

Dalam hal ini, Golkar Kalsel hanya menyampikan sejumlah kandidat yang sebelumnya mengajukan sebagai pasangan calon incumbent. Mulai dari Gusti Iskandar (Golkar), Abdul Wahid (Golkar), Rosehan NB (PDIP), Sofwat Hadi (Mantan DPD), Gusti Sahyar (tim ahli), dan H Muhidin (Ketua PAN Kalsel).

Dengan diusungnya Sahbirin sebagai calon tunggal Golkar, otomatis bisa ditebak bahwa rekomendasi DPP Golkar kedapan tentunya akan turun kepada incumbent.

Yang menarik, adalah sejumlah nama-nama calon wali kota/wakil wali kota atau bupati/calon wakil bupati yang kabarnya disampaikan ke DPP untuk direkomendasi. Sebab beberapa nama yang muncul, di luar dari perkiraan sebelumnya. Di antaranya adalah kandidat calon Wali Kota dan Wakil Walikota Banjarbaru.

Dari informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, yang diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi malah pasangan incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan. Bukan kubu penantang, yang selama ini dijagokan untuk mendapatkan ‘surat sakti’ DPP Golkar, yakni pasangan Aditya Mufti Arifin-AR Iwansyah.

Kejutan, karena AR Iwansyah merupakan Ketua DPD Golkar Banjarbaru yang di atas kertas memiliki akses rekomendasi lebih besar. Sedangkan Nadjmi, meskipun masih tercatat sebagai kader, tapi hanya memegang posisi di organisasi sayap partai. (Lihat Tabel: Kabar Nama-nama Kandidat Calon di Pilkada yang Diusung Golkar Kalsel, Red).

Maka dalam surat yang disampaikan DPD Golkar ke DPP, posisi Nadjmi di Golkar disebutkan juga sebagai kader. Jadi bukan non kader!

Apa yang menjadi pertimbangan DPD Golkar Kalsel memilih Nadjmi-Jaya, tak disebutkan dengan rinci. Namun merujuk pada kans dan elektabilitas pasangan, tentunya menjadi salah satu pertimbangan mutlak atas usulan rekomendasi tersebut.

Sementara untuk di Banjarmasin, usulan nama yang diajukan ke DPP adalah pasangan Habib Banua-Hj Ananda. Pasangan ini sudah bisa diprediksi, mengingat Hj Ananda merupakan Ketua DPD Golkar Banjarmasin.

Pun demikian, dengan calon yang diusulkan untuk Pilkada Banjar. Pasangan yang diusung adalah H Rusli- bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjar KH Fadlan Asy’ari. Sebagaimana diketahui, H Rusli juga merupakan Ketua DPD Golkar Banjar.

Usulan rekomendasi DPD Golkar Kalsel tersebut, tentu akan mengakhiri spekulasi pasangan H Rusli-Guru Fadlan mendaftar di jalur independen. Sebab dengan diraihnya rekomendasi Golkar, otomatis yang bersangkutan tinggal memerlukan tambahan 1 kursi lagi. Sebab pada pemilu 2019 lalu, Golkar Banjar gagal memenuhi ketentuan ambang 9 kursi di DPRD Kalsel (20 persen suara) sebagai syarat dukungan Pilkada 2020. Walhasil, jika ingin menyorongkan jago, maka Golkar yang memiliki 8 kursi harus menggandeng partai lain. Sebab parta berlambang beringin ini masih kurang syarat 1 kursi lagi.

Kabar Nama-nama Kandidat Calon di Pilkada yang Diusung Golkar Kalsel

Nama Pilkada

Sahbirin Noor Pilgub Kalsel
Habib Banua-Hj Ananda Pilkada Banjarmasin
Nadjmi Adhani- Darmawan Jaya Pilkada Banjarbaru
H Rusli- Guru Fadlan Pilkada Banjar
Saban Effendi-Habib Abdillah Pilkada HST
H Ansharuddin-Noor Iswan Pilkada Balangan
(Belum Ada Nama) Pilkada Tanbu
Sayed Jafar Pilkada Kotabaru

Dikonfirmasi terkait kabar usulan namanya untuk dapat rekomendasi DPP, Ketua DPD Golkar Banjarmasin Hj Ananda mengatakan belum mengetahui informasi tersebut. “Saya belum tahu info itu,” katanya.

Hal sama disampaikan Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya. Ia mengatakan, justru mendengar info tersebut dari media. “Saya belum dapat informasi langsung. Justru mendengar dari teman-teman media yang mengkonfirmasi kepada saya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait beredarnya info tersebut Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kalsel Puar Junaidi mengatakan, saat ini masih dalam tahap proses. Ia mengatakan, data yang disampaikan kepada DPP Partai Golkar itu adalah dari tim penjaringan.

“Ketika tahapan penjaringan telah selesai, pihaknya segera melaporkan ke DPP dan mengkoordinasikan terkait bakal calon yang diusulkan oleh Partai Golkar. Tentunya siapa yang mendaftar di Golkar kita laporkan,” katanya.

Terkait secara khusus posisi Nadjmi di Pilkada Banjarbaru, Puar mengatakan Nadjmi merupakan kader Partai Golkar. Begitu juga AR Iwansyah juga merupakan kader Partai Golkar dan menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarbaru.

“Tidak masalah, nanti hasil survey bagaimana, secara objektif saja. Kalau dari hasil survey Nadjmi-Jaya bagus akan kita laporkan hasilnya lebih baik. Kalau memang pasangan Aditya Mufti Ariffin-AR Iwansyah (Ovie-Iwan) bagus kita laporkan juga. Kan begitu, karena saya tidak punya kepentingan pribadi, hanya menjalankan roda organisasi saja,” lugasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->