Hukum
Sebelum Bunuh Diri, Gadis 16 Tahun Tulis Surat untuk Orangtua dan Emergency
BANJARBARU, Tragis. Seorang gadis berusia 16 tahun nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Sabtu (30/6) pukul 16.30 Wita. Sebelum melakukan aksi yang dilarang agama tersebut, korban sempat menulis surat ditujukan kepada orangtua maupun sahabatnya.
NH, gadis yang tinggal di Jl Tanjung harapan, Landasan Ulin Selatan ini, memilih jalan keliru untuk menyelesaikan problem hidupnya pada seutas tali. Perbuatan tersebut pertama kali ditemukan oleh kakaknya Salman.
Ketika itu, Salman sedang berada di dalam kamarnya. Karena merasa haus, ia pun menuju dapur untuk mengambil air minum. Betapa terkejutnya dia, setelah sampai di dapur melihat sang adik sudah dalam kondisi tergantung di salah satu tiang menggunakan tali bangunan. “Saya sangat terkejut, tak menyangka kalau dia (korban) melakukan hal seperti ini,†ujarnya.


Dengan cepat, Salman langsung berusaha menurunkan adiknya dan kemudian merebahkan di lantai. Dia masih berharap, NH masih hidup. Namun sayang, adiknya sudah tidak bernyawa lagi.
Akhirnya, Salman pun meminta tolong tetangga sekitar untuk membantu mengurus adiknya. Dan selang 15 menit kemudian, datang ambulans dari Emergency Landu membawa LH ke RSUD Idaman untuk dilakukan visum.
Setelah ditelisik, ternyata NH sebelum melakukan bunuh diri telah meninggalkan sepucuk surat. Surat tersebut ditemukan Salman tak jauh dari lokasi korban berada. Surat tersebut berisi permintaan maaf NH kepada sejumlah orang. Berikut surat yang ditulis:
Untuk mama abah kakak ading kakak sepupu ading sepupu Paman acil lawan buhan Emergency Mufakat dan ketuanya ulun minta maaf lah mun ada salah lawan buhan pian
Ulun terpaksa bunuh diri bacabur di sumur karena ulun kebanyakan masalah
Jadi amun buhan pian handak tahu ulun dimana cari ha ulun gantung diri rumah maaf kan ulun. Permasalahan ulun gara-gara ulun bechatan. Jadi kena mun ulun mati padahi aja minta maaf tu lawan buhan Emergency Mufakat dan ketuanya minta maaf sebesar besarnya lawan buhannya. Ada kala ulun bahasa kasar lawan Emergency ulun minta maaf khususnya lawan ketuanya ulun minta maaf banar. Itu haja pesan ulun.
Maafkan ulun mama abah lawan buhan Emergency Mufakat. Berelaan semuanya.
Surat untuk mama dan abah dan sabartaan. I LOVE U.
Menurut keterangan di lapangan, anak kedua dari tiga bersaudara ini aktif sebagai anggota Tarbang di Landasan Ulin Selatan. Ia juga dikenal sebagai gadis yang pendiam.
Terkait peristiwa ini, Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Syaiful Bob memastikan peristiwa tersebut memang kasus bunuh diri. “Iya bunuh diri,” ujarnya.
Menghindari terjadinya kasus seperti ini, Kompol Syaiful Bob berpesan agar orangtua atau orang terdekat bisa memperhatikan anak atau sudara apabila ada hal yang dirasa mencurigakan. “Terutama yang berkaitan dengan sikap atau perilaku yang tidak wajar atau seperti biasa. Perlu agar orangtua membantu mencarikan jalan keluar ataupun nasihat,†pesan Kapolsek. (rico)
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluTim Ahli Gubernur Kaltim Diminta Benahi Kebijakan Rudy Mas’ud
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin, Tiga Remaja Diringkus Polisi
-
HEADLINE3 hari yang laluPertamax Turbo Naik Tajam, Ini Kata Bahlil
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluKwarcab Gerakan Pramuka HSU Menggelar Rakerda 2026






