Connect with us

HEADLINE

Proyek Penataan Kawasan Sekumpul Lanjutan, Genangan Air dan Sistem Drainase Jadi PR Utama

Diterbitkan

pada

Ekspose laporan pendahuluan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Sekumpul lanjutan dan perencanaan teknis koridor A Yani, di aula Barakat kantor Bupati Banjar, Senin (26/9/2022). Foto: mcbanjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Dinas PUPR dan Pertanahan Kabupaten Banjar menggelar ekspose laporan pendahuluan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Sekumpul lanjutan dan perencanaan teknis koridor A Yani, di aula Barakat kantor Bupati Banjar, Senin (26/9/2022).

Sekda Banjar HM Hilman mengatakan, Kota Martapura terkenal dengan Kota Serambi Makkah karena terkenal dengan pesantren. Selain itu juga ada wisata religi makam Guru Sekumpul yang selalu didatangi penziarah setiap harinya bahkan setiap pelaksanaan haul.

“Ini menjadi potensi wisata religi skala nasional dengan keberadaan makam Abah Guru Sekumpul, Alhamdulillah Pemkab Banjar mendapat bantuan dari pemerintah pusat terkait penataan kawasan Sekumpul,” ucapnya.

Hilman mengatakan, penataan kawasan Sekumpul sudah dimulai dari tahun 2021 untuk pelaksanaan kegiatan fisik.



 

 

Baca juga: Januari-September BNNK Banjarbaru Rehabilitasi 42 Pengguna Narkoba, Kalsel Belum Punya Balai Rehabilitasi

Sudah dilaksanakannya penataan Kota Sekumpul pada segmen 1 dari titik nol persimpangan Masjid Syiarussolihin sampai jembatan irigasi Riam Kanan dan kawasan sekitarnya.

“Berdasarkan rencana awal kita mengharapkan ini tetap dilanjutkan untuk segmen 2 dan 3,” harap Hilman.

Menurutnya, yang menjadi permasalahan utama penataan kawasan Kota Sekumpul adalah bagaimana cara mengatasi genangan air di sepanjang jalan menuju kawasan makam dan sekitarnya.

Ekspose laporan pendahuluan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Sekumpul lanjutan dan perencanaan teknis koridor A Yani, di aula Barakat kantor Bupati Banjar, Senin (26/9/2022). Foto: mcbanjar

Dijelaskan, jika wilayah lainya masih tergenang maka akan menjadi sia-sia, karena ini merupakan kawasan religi. Berdasarkan diskusi dengan pemerintah pusat, maka penataan bukan hanya terkait mengatasi genangan tetapi penataan secara keseluruhan.

Baca juga: Program Remaja Teman Sebaya BNNK Banjarbaru, Ikhtiar Lawan Narkotika di Kalangan Anak Muda

“Di kawasan Sekumpul terkait sistem drainase, sanitasi, air bersih dan sebagainya sebagai pendukung untuk mendukung kawasan religi yang layak,” tambah Hilman.

Sementara Zabir dari konsultan Kinarya mengatakan, untuk kegiatan berdasarkan hasil orientasi dan hasil pengamatan awal fokusnya nanti untuk di koridor Sekumpul.

“Pada penahanan genangan atau banjir kemudian juga melanjutkan penahanan dan penataan jalan,” ungkap Zabir.

Zabir meminta masukan terutama dari PT PLN sesuai segmen yang sudah dilaksanakan.

“Karena saluran udara semuanya masuk di bawah trotoar, jadi kami perlu kerjasama dengan PT PLN, sehingga penataan atasnya benar-terpadu dengan penataan di bawahnya,” tambahnya.

Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, Kepala Bappeda Litbang sekaligus Plt Dinas PUPRP Riza Dauly, Kepala Dishub, Kepala Disperkim LH, perwakilan Kepala DKISP, Satpol PP dan DKUMPP.

Baca juga: Tes Urine Perwira Polres Balangan, Ini Hasil Temuannya

Selain itu juga ada Kabag Administrasi Pembangunan Pemerintahan Setda Banjar, Camat Martapura, Lurah Sekumpul dan Lurah Tanjung Rema Darat, serta sejumlah undangan.

Selain ekspose laporan dari konsultan Kinarya, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi tanya jawab, saran dan masukan dari peserta demi kesempurnaan dari perencanaan yang disiapkan. (Kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : rls
Editor : kk


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->