Pertumbuhan IPM Kabupaten Banjar Naik Signifikan - Kanal Kalimantan
Connect with us

HUT KABUPATEN BANJAR

Pertumbuhan IPM Kabupaten Banjar Naik Signifikan

Diterbitkan

pada

pertumbuhan IPM Kabupaten Banjar naik Foto: net

MARTAPURA, Laju pertumbuhan IPM di Kabupaten Banjar selama periode 2012– 2017 menunjukkan perkembangan yang positif dan meningkat, kecuali tahun 2015-2016 yang menunjukkan laju pertumbuhan melambat hingga 0,72 persen dibandingkan petumbuhan sebelumnya sebesar 1,03 persen.

Tahun 2016 – 2017 mengalami pertumbuhan yang sangat pesat hingga 1,35 persen, paling tinggi selama periode 2012 – 2017 lebih tinggi dari provinsi Kalimantan Selatan yang tumbuh sebesar 0,87 persen, hal ini menunjukkan upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui program dan kegiatan pembangunan manusia telah membuahkan hasil.

Dilihat dari komponen dasar penghitungan Indeks Pembangunan Manusia sebagai indeks komposit yang dihitung dari 3 komponen pilihan dasar yaitu angka harapan hidup, indeks pendidikan dan indeks daya beli maka terlihat trend positif.

Angka Harapan Hidup pada waktu lahir adalah perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur. Angka Harapan Hidup ini memperlihatkan keadaan dan sistem pelayanan kesehatan yang ada dalam suatu masyarakat.

Angka Harapan Hidup Kabupaten Banjar dari tahun ketahun terus mengalami kenaikan.  Pada tahun 2017 mencapai 66,38 tahun artinya seorang bayi yang baru lahir memiliki harapan hidup hingga usia 66,38 tahun, mengalami peningkatan 0,26 Tahun dari tahun 2016 dengan capaian 66,17 tahun.

Jika dibandingkan dengan angka provinsi Kalimantan Selatan mencapai 68,02 tahun masih terpaut 1,66 tahun dengan Angka Harapan Hidup Kabupaten Banjar, jarak ini lebih kecil dari tahun 2016 yang terpaut 1,75 Tahun.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar menyediakan porsi anggaran sektor pendidikan terhadap belanja daerah lebih dari 10 persen pada tahun 2017 sebesar 15,14 persen dan 12,03 persen tahun 2018

Indeks Pendidikan dibentuk dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Indikator tersebut menggambarkan kondisi pelayanan pendidikandi daerah.

Selama periode 2011 hingga 2017, Harapan Lama Sekolah di Kabupaten Banjar telah meningkat sebesar 1,42 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah meningkat 0,42 tahun.  Selama periode 2011 hingga 2017, Harapan Lama Sekolah rata-rata tumbuhsebesar 1,97 persen per tahun. Meningkatnya Harapan Lama Sekolah menjadi sinyal positifbahwa semakinbanyak penduduk yang bersekolah.

Pada tahun 2017, Harapan Lama Sekolah di Kabupaten Banjar  telah mencapai 11,76 tahun yang berarti bahwa anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga  kelas 12 SMA lebih rendah dari Provinsi Kalsel yang telah mencapai 12,46 Tahun atau mempunyai peluang menamatkan pendidikan SMA atau D1.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar dengan menyediakan porsi anggaran terhadap belanja daerah untuk sektor pendidikan lebih dari 20%, pada tahun 2017 sebesar 28,03 persen dan 30,5 persen pada tahun 2018.

Indeks daya beli digunakan untuk mengukur standar hidup layak, Indikator ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki serta peluang yang ada untukmerealisasikan pengetahuan dalam berbagai barang/jasa sebagai pendapatan.

Sehingga dengan pendapatan yang ada,  manusia dapat menciptakan daya beli untukmemenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam penghitungan indeks daya beli digunakanpendekatan pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan dengan tingkat inflasi di daerah masing-masing.

Pada tahun 2017,pengeluaran per kapita masyarakat kabupaten banjar mencapai Rp12,36 juta per tahun, lebih tinggi dari pengeluaran per kapita provinsi kalimantan selatan Rp. 11,60 juta. Selama tujuh tahun terakhir, rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat meningkat sebesar 0,72 persen per tahun.(rendy)

Reporter:Rendy
Editor: Cell

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan