Connect with us

OPINI

Perjuangan Melawan Virus Corona bagi Kaum Penyandang Disabilitas

Diterbitkan

pada

Disabilitas mesti mendapat perhatian lebih pemerntah di tengah pandemi corona saat ini Foto : istimewa

Oleh: Hervita Liana, SH.
(Aktivis perjuang Disabilitas Banua Provinsi Kalsel)

2020, tak ada yang memprediksi sebelumnya bahwa wajah dunia menjadi suram. Ratusan juta penduduk bumi saat ini hidup dalam kecemasan. Akan datangnya pandemi baru, yang mengurung manusia dalam bilik pribadinya.

Jalanan sepi. Denyut perekonomian, hiruk politik, mendadak berganti dengan kecemasan akan munculnya virus baru bernama Corona atau Covid-19. Setiap hari, jam, menit, bahkan detik, selalu ada berita berjalan tentang kasus ini. Baik di belahan bumi lain, maupun di negara kita Indonesia dan Kalimantan Selatan pada khususnya.

Menghadapi fenomena ini tentu saja kita hanya bisa bersabar dan ikhlas. Dampak Covid-19 sangat berpengaruh besar kepada sektor perekonomian hingga penghasilan pun berkurang drastis. Pergaulan sosial terhenti, digantikan dengan social discanting. Demikian juga kegundahan terkait dengan kebutuhan bahan pokok yang mulai langka dan mahal.

Tentu saja, apa yang terjadi saat ini menjadi sebuah beban berat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka yang secara ekonomi termarjinalkan, tersisih dalam persaingan bisnis melawan pengusaha dengan modal dan lobi besar juga.

Terlebih yang dialami oleh Disabilitas. Mereka yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang yang mobilitasnya menghabiskan waktu di jalan atau mendirikan Usaha Kecil Menengah (UMKM). Adanya kebijakan pemerintah untuk #stayathome dan #workfromhome dengan tujuannya mengurangi pandemi Covid-19 agar tak bertambah, pada sisi lain menyebabkan mereka semakin tak berdaya secara finansial!

Dalam kondisi seperti ini, alangkah baiknya pemerintah memberikan bantuan kepada Disabilitas untuk mencukupi kebutuhannya. Ini agar mereka mampu bertahan menjalankan hidupnya yang sejak awal pun lebih suram.

Agar para Disabilitas tidak nekat beraktivitas di luar rumah sekadar mencari sesuap nasi, dengan resiko juga tertular hingga menularkan Covid-19, tidak ada pilihan bagi pemerintah selain mulai mengulurkan tangan buat mereka. Terlebih, daya tahan tubuh pada Disabilitas lebih lemah dibandingkan yang normal.

Seharusnya perihal ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan diantisipasi sebelum aturan itu berlaku. Mengingat Disabilitas masih belum dipenuhi haknya, maka sudah sewajarnya pemerintah i memberikan kesejahteraan agar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terwujud.

Disabilitas rentan terhadap kemiskinan dan berkekurangan dalam perekonomian karena belum meratanya memperoleh kesempatan. Termasuk mendapatkan hak pekerjaan hingga sulit membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

Dampak corona bagi pemijat tuna netra misalnya. Sejak social distancing diserukan, pendapatan mereka menurun drastis. Bahkan saat ini hampir tidak ada sama sekali pemasukan untuk pemijat tuna netra. “Kami tidak berharap diksihani tapi yang kami mau bantulah kami sehingga kami bisa melanjutkan cerita hidup,” kata salah seorang tuna netra yang berprofesi sebagi tukang pijat.

Kepanikan yang terjadi saat ini, membuat banyak masyarakat serta-merta kehilangan rasionalitasnya. Bahkan mereka yang berpendidikan, yang tinggal di kota-kota besar, tak memberikan edukasi bagaimana bersikap dalam situasi saat ini.

Mereka saling berebut sembako, masker, dan kebutuhan utama lain yang harganya dinaikan gila-gilaan. Banyak yang mengeluh karena tidak bisa keluar rumah menyebabkan sulit berinteraksi dengan lingkungan dan bersosialisasi bersama masyarakat bahkan beribadah, membuat jenuh dan bosan.

Tahu kah Anda? Hal itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan penyandang Disabilitas Berat yang mengharuskan ‘lock down’ bertahun-tahun bahkan sepanjang hidupnya. Mengingat mobilitas tubuhnya sangat terbatas, tidak mungkin melakukan aktivitas secara mandiri sekalipun di dalam rumah apabila tidak ada yang membantu, hanya berbaring diatas tempat tidur

Menikmati hangat mentari, sejuknya udara pagi, indahnya lukisan malam, merasakan tetesan rintik hujan, dibelai angin yang menyentuh raga, semua itu harapan dari keinginannya yang tidak tahu seberapa sering akan berpihak kepadanya.

Pantaskah masih mengeluh hanya karena harus melakukan Lock Down karena pandemi virus Corona demi kepentingan bersama? Bukankah masih bisa melakukan aktivitas apapun di dalam rumah tanpa harus dibantu?

Kini, saatnya kita bergandengan. Bahu-membahu mengatasi masalah ini. Termasuk membantu mereka yang tidak memiliki akses untuk bertarung di tengah kondisi saat ini. Para penyandang disabilitas! (*)

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->