Connect with us

ACT KALSEL

Perjuangan Jumiati Sembuhkan Taufik dari Penyakit Hirschsprung

Diterbitkan

pada

Taufik yang dirawat di RS Ulin Banjarmasin Foto: ACT

BANJARMASIN, Jumiati (26) hanya bisa pasrah. Ia tak banyak mengutarakan harap bagi bayinya yang kini dirawat intensif di RS Ulin Banjarmasin. “Ulun (saya) hanya ingin Taufik sembuh,” ucapnya lirih.

Berjuang di tengah keterbatasan, membuatnya tak berani memupuk harap yang banyak. Jumiati dan suaminya Abdurrahman (30), merupakan pasangan muda yang tidak punya pekerjaan tetap. Hidup mereka masih menumpang pada orang tua Jumiati di Desa Banyu Tajun Dalam, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Memiliki anak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Jumiati sebab ia pernah kehilangan anak yang pertama di saat kandungannya memasuki usia sembilan bulan. Namun, rupanya kebahagiaannya kini juga diuji. Anak ketiganya itu ternyata mengalami gangguan usus besar yang sering disebut sebagai penyakit Hirschsprung. Penyakit ini termasuk langka dan bisa menyebabkan penyumbatan usus yang berbahaya.

Jumiati menceritakan bahwa saat bayi Taufik berusia 15 hari, perutnya terus membuncit dan sulit buang air besar. “Akhirnya saya bawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit di Amuntai (ibu kota kabupaten). Setelah diperiksa, dirujuk lagi ke rumah sakit di Kandangan (kabupaten tetangga). Kata dokter di sana, (Taufik) harus dibawa ke Rumah Sakit Ulin di Banjarmasin karena kemungkinan harus dioperasi,” Jumiati bertutur panjang lebar.

Rabu (14/11) yang lalu, Taufik genap berada di RS Ulin Banjarmasin selama sepuluh hari. “Kata dokter harus dioperasi dua kali. Saat ini dan ketika Taufik berumur 6 bulan nanti,” ucap Jumiati.

Perjuangan yang panjang dan pasti akan melelahkan. Bahkan, untuk pengobatan selama ini Jumiati mengaku hanya mengandalkan penghasilan suaminya yang tidak tetap dan bantuan orang-orang yang mengetahui keadaannya saat ini. Ketika tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalsel menyambangi beliau dan menyerahkan bantuan, Jumiati tak mampu menahan haru. Bibirnya berkali-kali menyebut kata terima kasih.

Koordinator Program ACT Muhammad Ilyas menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban Jumiati. “Masih banyak warga Kalsel yang bernasib sama dengan keluarga Taufik. Tentu perlu kerja keras dan gotong royong untuk menuntaskan semua masalah-masalah itu, termasuk kasus Taufik yang menderita penyakit langka,” ujar Ilyas. “Kami mengajak warga Kalsel untuk bersama-sama turut membantu,” ajak Ilyas.

Ilyas menambahkan, masyarakat bisa membantu Taufik sembuh dari penyakit Hirschsprung melalui situs penggalangan dana Kitabisa.com, tepatnya di tautan https://kitabisa.com/ayobantutaufik. “Sekecil apa pun donasinya sangat berarti bagi Taufik dan keluarga,” tutup Ilyas. (act)

Reporter: Act
Editor: Chell

Bagikan berita ini!