Connect with us

HEADLINE

Nadjmi : Pemko Siapkan Lahan dan Instruktur Kembangkan Kampung Purun

Diterbitkan

pada

Walikota Nadjmi Adhani komitmen untuk mengembangkan kampung purun. Foto: desy

BANJARBARU, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani terus berkomitmen mewujudkan kota pelayanan yang berkarakter. Salah satunya dengan mengembangkan sejumlah kampung tematik, untuk mendorong perekonomian masyarakat. Di antaranya yang menjadi konsen adalah kampung purun yang saat ini mulai dilirik nasional.

“Banjarbaru kedepan adalah kota dengan konsep tematik. Terus mengembangkan kampung-kampung tematik baik yang sudah ada maupun meng-create kampung tematik baru,” ujar Nadjmi kepada Kanalkalimantan.com.

Diakui Walikota, dalam pengembangan kota tematik masih menemukan sejumlah kendala. Namun ia sudah berkomitmen untuk terus mengembangkan, mulai dari penyediaan bahan hingga tenaga pelatih bagi masyarakat. Seperti halnya kendala yang dialami pengerajin purun terkait bahan baku yang mulai jarang. (Baca: Acil Siti, Sang Kreator Purun untuk Indonesia, Red).

Nadjmi menegaskan, saat ini telah mempersiapkan lahan budi daya purun yang akan dikelola masyarakat dengan fasilitas oleh Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata. “Tahun ini juga akan dibuat fasilitas show room di kampung purun serta lahan budidaya purun. Lahan seluas 4000 m2 sudah dipersiapkan melalui Dinas Pariwisata Kota Banjarbaru,” ungkap pria yang empat bulan lagi genap bersia 50 tahun ini.

Terkait akses dari PT Galuh Cempaka, Nadjmi sudah meminta pihak perusahaan memberikan jalur bagi warga. Bagi Nadjmi, membangun kampung tematik seperti kampung purun adalah keharusan. Karena dari aktifitas kreatif tersebut perputaran ekonomi dan project kegiatan lebih cepat terlaksana. Sehingga keberhasilan ekonomi masyarakat juga lebih cepat terwujud dan tentu saja kota akan terlihat Instagramable yang akan menarik banyak wisatawan berkunjung.

Menurut Nadjmi purun yang akan dibudidaya adalah jenis purun tikus (Eleocharis dulcis). Ia mengatakan, produk purun yang sekarang masih mudah patah. Itu sebabnya, inovasi terus dikembangkan oleh pemerintah kota.

Nadjmi berharap konsistensi dalam menghadapi pasar oleh pelaku kreatif harus memiliki ciri produk yang dijual. Pelaku kreatif juga harus mampu menjemput pasar, kreatif dengan keinginan pasar, para pelaku kreatif juga dilatih melakukan transaksi penjualan melalui smart phone, dilatih fotografi produk sekaligus upload ke sosial media.

“Pembeli purun dari luar negeri justru menyukai purun yang orisinil artinya yang tidak diwarna. Ini menarik saat ini hasil olahan purun sudah dikombinasi menggunakan kain sasirangan dan kulit,” tegas Nadjmi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata Banjarbaru Hidayaturrahman mengatakan, untuk pembudidayaan pihaknya menggunakan lahan yang ada di beberapa tempat. Baik di sekitar pemukiman masyarakat, di Danau Seran, di Danau Caramin, di Danau Galuh dan lahan rawa lainnya yang ada di sekitar kelurahan Palam, Guntung Manggis dan sekitarnya.

Hidayaturrahman menuturkan, “ke depan kita akan membangun lokasi khusus untuk kerajinan purun berupa workshop, galery untuk hasil kerajinan masyarakat berupa toko souvenir yang dilengkapi dengan lahan parkir dan fasilitas lainnya.”

Hingga sampai saat ini Dinas Pariwisata masih terus melakukan pembinaan terhadap masyarakat pengrajin dan selalu memberikan kesempatan bagi pengrajin utk mengikuti berbagai kegiatan baik pameran maupun pelatihan pelatihan.

Kampung purun sebenarnya bisa menjadi sentra hasil olahan purun, workshop kerajinan purun, laboratorium alam tentang habitat gambut. Tak hanya itu, Pemko Banjarbaru ke depan juga perlu menyiapkan pelatihan bahasa asing bagi masyarakat di lokasi tersebut. Sehingga mereka bisa melayani tamu luar negari yang akan berkunjung. (desy)

Reporter:Desy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->