Connect with us

Politik

Mereka Memilih Jalan Jadi ‘Penyelamat Pemilu’ daripada Penghujat Politik!

Diterbitkan

pada

Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin Slamet Triyadi. Para relawan pemilu siap mensosialisasi pemilu kepada masyarakat. Foto: mario

BANJARMASIN, Sebanyak 55 relawan pemilu resmi dilantik oleh KPU Kota Banjarmasin. Mereka adalah orang-orang yang telah berkomitmen dalam membantu KPU untuk menyukseskan pemilu dan mensosialisasikan pemilu ke masyarakat agar partisipasi masyarakat, khususnya kota Banjarmasin meningkat. Jika mumpuni, bisa melaumpaui angka yang sudah ditargetkan oleh KPU kota Banjarmasin, yaitu 70 persen partisipan.

Relawan ini merupakan kumpulan dari seluruh elemen masyarakat yang mewakilkan masing-masing basis. Kesepuluh basis tersebut adalah basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan, dan warga internet (warganet).

Irvan, selaku salah satu Relawan Demokrasi merasa lelah dengan adanya persaingan di antara dua kubu pendukung caleg yang ada. Hal ini pula yang membuat ia dan kawan-kawan relawannya hadir untuk lebih mensosialisasikan bahwa penyelenggaran pemilu ini untuk menentukan masa depan bangsa.

“Apalagi ini pemilu yang lebih kompleks ya, karena pemilu presiden juga digabung. Jadi kami di sini berfungsi mensosialisasikan kesadaran politik untuk pemilih,” ucapnya.

Tidak ketinggalan, Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin Slamet Triyadi juga ikut menjadi relawan dalam kegiatan ini. Ia ikut bergabung menjadi relawan dikarenakn ia mendengar kabar bahwa tren partisipasi pemilih di kota Banjarmasin yang menurun. Selain itu, pria penyandang tunanetra ia juga ingin membantu kaum disabilitas agar mereka bisa memenuhi kewajiban mereka sebagai warga negara.

“Teman-teman disabilitas dari dulu sering tidak ikut berpartisipasi, di situlah saya tertarik untuk lebih mengetahui dan menginformasikan kaum difabel agar kami sama-sama memenuhi kewajiban sebagai warga negara untuk memilih,” jelasnya

Ia juga menyampaikan ajakannya untuk kaum-kaum difabel agar bisa sama-sama ikut ambil andil dalam pesta demokrasi 17 April mendatang untuk membangun masyarakat dan negara yang demokrasi.

Relawan dari basis perempuan, Lisna, juga menyampaikan bahwa alasannya bergabung dengan relawan demokrasi adalah ia tahu bahwa KPU mempunyai tugas yang sangat berat, sehingga dengan adanya relawan ini juga nantinya KPU bisa menjadi lebih terbantu. Ditambah juga ini merupakan kali ke-tiga Lisna bergabung dalam kegiatan pemilu yang ada di kota Banjarmasin.

Selain itu, basis warga internet (warganet) juga diajak untuk menjadi relawan. Menurut Ketua KPU Kalsel, Khairunnizan untuk basis warganet ini, relawan yang bergabung adalah warga yang memiliki pengkiut di media sosialnya dengan jumlah di atas 1000 pengikut. Sehingga basis warganet ini bisa membantu dan mendorong sosialisasi melalu media sosial.

Selain mendapatkan insentif dari KPU tiap bulannya, para relawan juga difasilitasi baju, rompi, topi, dan alat-alat yang mendukung untuk mereka melakukan sosialisasi. Untuk sosialisasinya sendiri, dimulai dari door to door hingga ikut bergabung dalam kegiatan yasinan hingga arisan keluarga pun dilakukan, tentu berdasarkan basis masing-masing. Hal ini tentunya dilakukan agar partisipasi jumlah pemilih di kota Banjarmasin semakin meningkat tentunya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
Advertisement
-->