Connect with us

HEADLINE

Menembus ‘Tol Baru’ Poros Awang Bangkal, Banjar-Km 52 Mentewe, Tanah Bumbu (Bagian-1)

Megaproyek prestisius jalan ‘tol baru’ Paman Birin cum Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor sepanjang kurang lebih 164,5 Km yang menghubungkan Awang Bangkal di Kabupaten Banjar ke titik Km 52 Mentewe, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, terus dikerjakan.

Bagikan berita ini!
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares

Diterbitkan

pada

Jalan poros Awang Bangkal-Batulicin. Foto : bie

 Abi Zarrin Al Ghifari, Awang Bangkal-Batulicin.

Beberapa warga mengendarai sepeda motor terlihat melintasi jalan selebar 50 meter lebih yang masih dalam tahap pembangunan tersebut. Mereka berasal dari desa-desa di hulu waduk Riam Kanan seperti Desa Bunglai, dusun Sungai Luar Desa Tiwingan Baru, Desa Apuai, Desa Rantau Bujur serta Desa Rantau Balai. Lima desa tersebut masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yang berada di pinggiran waduk Riam Kanan.

Selama dua tahun terakhir, sejak jalan poros Awang Bangkal-Batulicin dibuka tahun 2016, warga kampung di hulu waduk PLTA Riam Kanan Kecamatan Aranio lebih banyak melintas di jalur poros Awang Bangkal-Batulicin, ketimbang menggunakan akses jalur air di waduk Riam Kanan. Ya, setelah terbukanya akses jalan poros baru tersebut, desa-desa di kawasan waduk Riam Kanan lebih cepat ke ibukota Kabupaten Banjar, meski tetap harus menempuh jalan menurun dan menanjak belum beraspal -hanya hamparan pengerasan batu-.

Poros jalan Awang Bangkal-Batulicin, adalah akses jalan baru bagian dari pengembangan jalan ‘tol baru’ Banjarbaru-Tanah Bumbu yang mulai dikerjakan sejak 21 Oktober 2016 lalu hingga awal tahun 2019 ini.

“Memang sekarang untuk ke Martapura (Ibukota Kabupaten Banjar) jadi lebih cepat, tapi di musim penghujan seperti saat ini, jalan jadi licin, ada beberapa titik yang jadi lumpur, jadi harus lebih hati-hati,” ucap Baihaqi, warga Rantau Balai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, kepada Kanalkalimantan.com, ketika berpapasan di jalur poros ‘tol baru’ ini.

“Kalau dulu, naik klotok ke pelabuhan Riam Kanan saja harus makan waktu 2 jam, sekarang 1 jam sudah bisa sampai ke Awang Bangkal, tambah 1 jam lagi sudah sampai ke Martapura,” ujar pria berumur 39 tahun ini.

Memang dari titik 0 di Awang Bangkal ke Rantau Balai hanya berjarak 13 Km, tapi ‘tol baru’ jalan poros Awang Bangkal-Batulicin ini, tak mudah dilintasi. Meski roda empat bisa menembus jalan yang digadang-gadang menjadi pembuka keterisoliran kawasan pelosok di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Bumbu, belum sepenuhnya layak dilalui mobil. Hanya beberapa mobil angkutan milik warga yang berani ‘bertarung’ di jalan poros baru ini. Seperti, diakui Anang Bani, warga Rantau Balai lainnya, mobil miliknya bisa melintas dengan syarat penuh kehati-hatian dan kemahiran menyetir naik turun gunung. “Bila tak mahir membawa mobil ke gunung, dengan rute turun naik ditambah licin saat musim hujan seperti sekarang, jangan coba-coba ke sini,” katanya.

Berbeda ketika musim kemarau atau kering, mengemudikan mobil di jalur poros Awang Bangkal-Batulicin jauh lebih mudah. “Orang biasa pun saat kering, saya rasa bisa masuk ke sini,” sambungnya.

Tapi beberapa mobil angkutan warga seakan tak peduli dengan kondisi basah maupun kering, bagi mereka bisa keluar masuk ke kampung dengan lebih mudah tak menjadi halangan. Kanalkalimantan.com sempat mendapati mobil angkutan umum melintas berpapasan menuju Awang Bangkal. “Yang agak curam itu ada di Sungai Luar, di titik itu ada dua jalur pilihan, satu jalan lama tapi sempit hanya muat satu mobil, sementara jalur baru yang dibuka sangat curam, kondisi saat ini, saya lebih memilih jalur baru, meski lebih memutar,” kata sopir angkutan dari Desa Bunglai.

Beberapa warga yang keluar masuk dengan menggunakan motor roda dua memang lebih banyak melintas, karena jauh lebih mudah ketimbang roda empat. Bahkan ada beberapa warga berboncengan naik sepeda motor menuju aspal terdekat di titik 0 Awang Bangkal. “Harus pelan-pelan saat menanjak atau melewati lumpur atau sungai kecil di bawah jembatan yang belum bisa dilintasi, tapi yang jelas bisa sampai lebih cepat ke Awang Bangkal,” kata Samiun, kepada penulis bercerita.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan siap membangun tiga jembatan untuk menghubungkan jalan bebas hambatan dari Desa Awang Bangkal, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar ke Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Roy Rizal Anwar mengungkapkan dalam APBD Tahun 2018, telah dimasukkan anggaran untuk pembangunan tiga jembatan yang menghubungkan jalan tol dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Bumbu tersebut.

“Dua jembatan didahulukan dengan panjang sekitar 60 meter. Tiap jembatan ini senilai Rp 25 miliar. Berarti totalnya Rp 50 miliar dan bersumber dari APBD murni Kalsel tahun anggaran 2018,” ucap Roy kepada wartawan, Selasa (11/9/2018).

 

Ia menjelaskan untuk pembangunan jembatan yang satunya lagi, dengan bentang panjang lebih dari 100 meter akan dilanjutkan pada anggaran berikutnya. Hal ini dilakukan, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemprov Kalsel.   Proses pembangunan jalan masih berjalan dan dikerjakan atas bantuan TNI. Sebagian jalan sudah dalam tahap pengerasan dan diharapkan bisa cepat selesai.

Pada saat awal pembukaan jalur poros baru pada Sabtu 19 November 2016, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor ingin mewujudkan pembangunan jalan ‘tol baru’ poros Awang Bangkal-Batulicin sepanjang 164,5 kilometer yang sebagian pembangunannya dilaksanakan oleh TNI.
Menurut Paman Birin kala itu, pembangunan jalan ‘tol baru’ poros Awang Bangkal-Batulicin ini dinilai akan menghemat jarak tempuh yang sebelumnya memakan waktu sampai enam jam menjadi hanya sekitar dua sampai tiga jam. (bie)

Reporter:Bie
Editor:KK

Bagikan berita ini!
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares
Advertisement