Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Manyantuni dan Meminyaki Kepala Anak Yatim di Hari Asyura

Diterbitkan

pada

Tradisi menyantuni anak yatim sembari mengusap minyak ke kepala anak masih dipertahankan warga di beberapa desa di Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan. Foto: dew

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Momentum hari asyura atau 10 Muharram dalam kalender hijriyah memiliki beberapa keutamaan. Diantaranya disunnahkan kepada umat muslim untuk berpuasa, bersedekah, menyantuni anak yatim sehingga 10 muharam identik dengan sebutan hari raya anak yatim.

Tradisi menyantuni anak yatim sembari mengusap minyak ke kepala anak yatim inilah yang tetap dipertahankan warga di beberapa desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.

Salah satunya Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, rutin setiap tahun menyelenggarakan acara ini.

Senin (8/8/2022) bertempat di halaman Panti Asuhan Nurul Fajeri, Desa Jingah Bujur, 245 anak yatim dari 57 desa di Kabupaten HSU berkumpul menerima santunan di hari Asyura.



 

Baca juga  : Zikir dan Doa Bersama Jajaran Pemkab Tanbu

Panitia Pelaksana, Rafi’i Hamdi mengatakan, tradisi menyantuni anak yatim 10 Muharram di Kecamatan Haur Gading ini sudah sejak puluhan tahun digelar turun temurun.

Ia menambahkan, sebelum menyelenggarakan acara ini dilakukan pendaftaran dan verifikasi anak yatim dimulai pada 6-7 Agustus 2022 pendaftaran dan verifikasi. Adapun maksimal umur untuk pendaftaran tersebut yakni berusia 15 tahun.

“Untuk syarat syarat tersebut harus dari keterangan kantor desa masing-masing untuk kejelasan bahwa bapak ibu keduanya sudah meninggal dunia, mengumpulkan kartu keluarga, akta kelahiran, yang terpenting anak yatim piatu dari Kabupaten HSU,” terang Rafi’i Hamdi kepada Kanalkalimantan.com, Senin (8/8/2022).

Lebih lanjut, Ia berharap kedepannya acara ini tetap dipertahankan, serta para donatur terus peduli terhadap anak yatim dihari yang spesial ini.
“Tanpa donatur tidak akan bisa juga jalan kegiatan ini,” ucapnya.

 

Baca juga  : Tradisi Mengawah Bubur Asyura, Peringatan 10 Muharram di Pemprov Kalsel

“Kepada donatur penyumbang mudah mudahan tergerak hatinya untuk selalu menyalurkan sumbangan kepada anak yatim piatu dan semoga rezekinya mengalir dan sehat selalu. Walaupun sumbangan itu Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu tetap akan kami terima atau berupa makanan dan minuman tetap kita akan bagikan kepada mereka,” pungkasnya.

Selain digelar di Panti Asuhan Nurul Fajeri, kegitan juga dipusatkan dibeberapa tempat seperti di Desa Palimbangan Sari, Desa Jingah Bujur, Desa Pihaung dan Desa Lok Suga Kecamatan Haur Gading, serta beberapa desa lain di Kabupaten HSU. (Kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->