Connect with us

RELIGI

Macam-macam Sholat Sunnah dan Niatnya, Rawatib hingga Witir

Diterbitkan

pada

Macam-macam sholat sunnah dan niatnya - ilustrasi salat di rumah, sholat, ibadah. Foto oleh Gabby K dari Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Sholat sunnah atau sholat nafilah merupakan ibadah yang dapat dikerjakan di luar pelaksanaan sholat wajib lima waktu. Ibadah ini akan mendatangkan pahala bagi yang mengerjakannya, namun tidak akan mendatangkan dosa bagi yang meninggalkannya. Lantas, tahukah Anda macam-macam sholat sunnah dan niatnya?

Sholat sunnah sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu sholat sunnah muakkad dan shalat sunnah ghairu muakkad. Sholat sunnah muakkad merupakan ibadah sunnah yang ditekankan (hampir mendekati wajib), seperti shalat sunnah di hari raya dan shalat thawaf.

Sedangkan sholat sunnah ghairu muakkad adalah sholat sunnah yang dianjurkan tanpa penekanan kuat, seperti salat sunnah Rawatib dan shalat kusuf.

Terdapat banyak keutamaan dalam shalat sunnah, diantaranya dapat menyempurnakan sholat fardhu, dicintai oleh Allah SWT, diangkat derajatnya dan dikabulkan doanya. Berikut macam-macam sholat sunnah dan niatnya.



1. Sholat Rawatib

Sholat sunah rawatib merupakan sholat yang dikerjakan sebelum atau sesudah sholat fardu.

Sholat sunah rawatib muakkad selalu dikerjakan Rasulullah SAW. Sholat ini totalnya ada 10 atau 12 rakaat, yaitu 2 rakaat sebelum Subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat sesudah Dzuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya.

Jumlah ini sebagaimana dengan sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa melakukan salat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga.” (HR. Muslim)

Sebelum sholat subuh

Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum subuh 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Sebelum Dzuhur

Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Sesudah Dzuhur

Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Sesudah Maghrib

Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah magrib 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Sesudah Isya

Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat rawatib:

2. Sholat Tahiyatul Masjid

Anjuran melaksanakan sholat sunah tahiyatul masjid juga telah disebutkan oleh Rasulullah SAW:

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al Bukhari no. 537 & Muslim no. 174).

Niat Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid:

Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala.

Artinya: “Saya berniat salat Tahiyyat Masjid 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

3. Sholat Dhuha

Sholat shuha merupakan sholat sunah yang dapat dikerjakan di pagi hari sejak matahari terbit hingga mendekati pukul 12.00 yang dapat dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Keutamaan sholat dhuha juga telah disebutkan oleh Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang melakukan salat Dhuha dua belas rakaat, Allah SWT akan membangunkan baginya istana dari emas di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Niat sholat dhuha:

Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala

4. Sholat Istikharah

Sholat istikharah merupakan sholat yang dianjurkan untuk dikerjakan apabila seseorang meminta petunjuk yang sebenar-benarnya pada Allah.

Niat sholat istikharah:

Ushalli sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat salat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

5. Sholat Tahajud

Sholat tahajud dapat dilakukan di sepertiga malam. Sholat sunah ini dapat dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal tidak terhingga.

Niat sholat tahajud:

Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.

Artinya: Aku niat sholat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.

6. Sholat Tarawih

Sholat tarawih merupakan sholat sunnah muakkad, artinya sholat sunah yang sangat dianjurkan. Sholat tarawih merupakan ibadah yang dapat dilakukan umat muslim setiap bulan Ramadhan yang pelaksanaannya dapat dilaksanakan secara jamaah atau sendiri.

Niat sholat tarawih berjamaah:

Ushalli sunnatat tarawihi rok’ataini mustaqbilal qiblati ada’an makmumman lillahi’tala.

Artinya: “Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat mengikuti imam (menjadi makmum) karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat tarawih sendiri:

Ushalli sunnatat tarawihi rak’atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi’tala.

Artinya: “Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

7. Sholat Witir

Sholat witir merupakan ibadah sunah yang umumnya dikerjakan sebagai penutup sholat tarawih. Namun sholat witir sebenarnya dianjurkan untuk dilakukan usai sholat sunah malam seperti sholat tahajud.

Ssama halnya sholat tarawih, sholat witir juga merupakan sholat sunah muakkad yang dianjurkan dilakukan dalam jumlah rakaat ganjil, lazimnya 2 rakaat.

Niat sholat witir:

Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka’atin mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Itulah penjelasan mengenai macam-macam sholat sunnah dan niatnya. Semoga bermanfaat.(Suara.com)

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->