Connect with us

Kota Banjarbaru

Lomba Baca Puisi “Aku Melihat Indonesia” Bulan Bung Karno

Diterbitkan

pada

Lomba baca puisi Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDIP Kota Banjarbaru, Minggu (12/6/2021) malam. Foto: al
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Lomba baca puisi mengisi rangkaian kegiatan yang diselenggarakan DPC PDIP Kota Banjarbaru dalam memperingati Bulan Bung Karno.

Sebuah puisi karya sang proklamator berjudul “Aku Melihat Indonesia”, menjadi tajuk utama pada grand final lomba yang berlangsung di Homes Kafe Banjarbaru, Minggu (13/6/2021) malam.

Acara ini dihadiri Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kalsel M Syaripuddin, Wakil Ketua DPD PDIP Kalsel Mardian, Ketua DPC PDIP Banjarbaru Wartono, Sekretaris Windi Novianto, Bendahara Herry Budiman, serta para kader PDIP bersama seniman di Banjarbaru.



 

 

Malam grand final lomba baca puisi ini mempertemukan empat peserta yang sebelumnya lolos dalam babak audisi yang digelar beberapa waktu lalu. Sedangkan penilaian dilakukan tiga dewan juri yang namanya sudah tak asing lagi bagi komunitas sanggar seni dan sastra di Banjarbaru yakni HE Beyamine, Hudan Nur, dan Winda Noor A.

Para peserta dituntut membacakan puisi “Aku Melihat Indonesia” karya Bung Karno dengan menampilkan keunggulan dari tiap-tiap aspek. Baik itu penghayatan, intonasi hingga pelafalan. Sehingga para penonton yang hadir pun dibuat terpukau atas penampilan keempat peserta.

Ketua DPC PDIP Banjarbaru, Wartono, mengaku terkesan akan penampilan para peserta. Dirinya turut bersyukur bahwa lomba baca puisi yang diselenggarakan dalam peringatan Bulan Bung Karno mendapat antusias dari berbagai kalangan.

“Sebenarnya kemarin itu banyak sekali para peserta yang mendaftar. Karena waktu kita batasi, jadi tidak semuanya bisa terakomodir. Namun melihat antusias para peserta dan di malam grand final penampilan para peserta sangat memukau, kita sadari sosok Bung Karno hingga sampai saat ini masih begitu dikagumi masyarakat,” katanya.

Dijelaskan Wartono, selain lomba baca puisi, partai berlambang kepala banteng juga turut menggelar berbagi kegiatan selama peringatan Bulan Bung Karno. Seperti halnya pada awal bulan tadi berupa kegiatan donor darah, talk show hingga lomba memancing yang diikuti ratusan peserta.

“Untuk para pemenang lomba baca puisi malam ini, saya ucapkan selamat. Saya juga berpesan untuk tidak berpuas diri,” ucapnya.

“Tidak lupa saya juga mengingatkan tentang makna dari peringatan Bulan Bung Karno. Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno karena tepat pada tanggal 1, beliau mendeklarasikan hari kelahiran Pancasila. Tanggal 6 Juni 1901 adalah hari kelahiran Bung Karno dan pada 21 Juni 1970 Bung Karno wafat. Dengan berbagai kegiatan yang diadakan, kami ingin mengingatkan masyarakat tentang sejarah perjuangan Bung Karno,” ucap Wakil Wali Kota Banjarbaru ini.

Lomba baca puisi yang diselenggarakan DPC PDIP Banjarbaru ini diakhiri dengan pemberian hadiah yang diserahkan para elit partai PDIP di level provinsi maupun kota Banjarbaru. Momen haru bercampur bahagia begitu nampak dari wajah para peserta.

Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kalsel, M Syaripuddin, mengungkapkan, peringatan Bulan Bung Karno memang telah rutin diselenggarakan PDIP baik di Provinsi maupun di Kabupaten Kota se Kalsel. Meskipun untuk tahun ini, diakuinya penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara terbatas, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Peringatan Bulan Bung Karno tiap bulan Juni memang selalu kita adakan berbagai rangkaian kegiatan lomba. Bahkan skalanya nasional, yang mana dulu anak muda asal kota Banjarbaru kita kirim mewakili provinsi Kalsel dan berhasil meraih juara nasional. Karena merebaknya Covid-19, kegiatan saat ini jadi terbatas dan kita andalkan media sosial maupun streaming. Namun ini tetap kita jalankan dan gaungkan, agar masyarakat tahu kalau Bung Karno ada. Bung Karno penggagas Pancasila, sehingga ajaran beliau bisa kita jalankan di era saat ini,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Bang Dhien ini juga menyampaikan pesan kepada masyarakat ihwal pepatah Bung Karno, yaitu jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah atau yang disingkat “Jasmerah”.

“Dalam kesempatan ini saya ingin menambahkan bahwa benar kita jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Tapi juga ke depan kita harus mengukir sejarah. Pesan ini khususnya anak muda, masyarakat luas, banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat sejarah bagi bangsa inikedepannya terutama di Kalimantan Selatan,” tuntas Wakil Ketua DPRD Kalsel tersebut. (kanalkalimantan.com/al)

Reporter: al
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->