Connect with us

Ekonomi

Lapak Jasa Penukaran Uang Pinggir Jalan di Banjarmasin, Hadir saat Ada Layanan Resmi Perbankan

Diterbitkan

pada

Lapak penukaran uang yang sudah ramai di sepanjang Jalan Anang Adenansi Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin, Senin (25/3/2024). Foto: rizki

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setiap bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi kebiasaan masyarakat berburu uang pecahan yang lebih kecil. Uang yang diburu biasanya keluaran terbaru alias masih baru.

Fenomena tersebut dimanfaatkan oleh segelintir masyarakat untuk mencari penghasilan dengan menyediakan jasa penukaran uang.

Uniknya penukaran dilakukan di pinggir jalan dengan menyediakan lapak khusus. Lapak-lapak itu disinggahi oleh pemburu uang pecahan kecil yang malas untuk pergi ke bank melakukan penukaran uang.

Misalnya di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, sepanjang Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Anang Adenansi pada Senin (25/3/2024) siang, sudah berjejer lapak-lapak jasa penukaran uang.

Persis di depan Taman Kamboja Banjarmasin, Jalan Anang Adenansi, uang pecahan kertas mulai dari Rp1.000 hingga paling besar Rp50.000 sengaja dipajang untuk menarik pengendara yang melintas.

Baca juga: Peternak Babi Diminta Angkat Kaki, Mama Yeol Minta Pemko Berikan Solusi

Musdalifah (50), salah seorang penjaga lapak penukaran uang di Jalan Anang Adenansi mengaku baru membuka lapak penukaran uang lima hari yang lalu. Dirinya tak sendiri, sedikitnya ada tiga lapak penukaran uang yang sama di lokasi ini.

Perempuan yang dulunya berprofesi pedagang pecel ini mengaku tertarik dengan bisnis penukaran uang menjelang Hari Raya Idulfitri. Meski dalam beberapa hari menyediakan jasa penukaran uang dia belum merasakan peningkatan yang signifikan.

“Masih belum banyak yang menukar, mungkin nanti beberapa hari jelang hari raya baru ramai,” katanya saat ditemui Kanalkalimantan, Senin (25/3/2024) siang.

Musdalifah membeberkan, uang pecahan yang disediakan di lapaknya mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga pecahan uang kertas Rp 20.000.

Setiap penukaran dikenakan biaya berbeda-beda tergantung jumlah yang ditukarkan dan jenis uang pecahannya, biayanya mulai dari Rp10.000 dengan minimal penukaran Rp100.000 atau sebesar Rp10%.

Baca juga: Bertarif Rp100 Ribu, PSK Pembatuan Harus Bayar Kamar Rp10 Ribu

“Misalnya untuk pecahan Rp2.000 (biayanya, red) hari ini Rp10 ribu, kalau menukar Rp200 ribu Rp20 ribu,” sebutnya.

Dirinya mengatakan, uang pecahan yang paling banyak dicari saat ini yaitu pecahan kecil seperti uang kertas Rp5.000.

Keuntungan dari hasil penukaran uang tersebut tidak murni untuk dirinya sendiri melainkan disetor ke pemilik usaha, sebab dirinya hanya buruh lepas yang dibayar setiap hari.

“Biasa dapat Rp100 atau Rp150 ribu per harinya, tergantung penghasilan,” aku Musdalifah.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan juga telah menyediakan sejumlah layanan penukaran uang selama bulan Ramadan 1445 hijriyah melalui kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2024.

Baca juga: Ini Tips Berpuasa Sehat dan Tetap Semangat dari Kadinkes Banjarbaru

Layanan yang disediakan diantaranya KASKEL BAIMAN (Kas Keliling Baimbaian) yang bersinergi dengan perbankan, LAKASI (Layanan Kas Keliling Unsur Sungai), KALIMAN-TREN (Kas Keliling ke Masjid dan Pesantren), dan kas keliling khusus seperti pasar wadai, pelabuhan, dan bandara.

Khusus di Kalimantan Selatan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang selama Ramadan tahun 2024 BI Kalsel menyediakan uang tunai sebanyak Rp3,06 triliun. Penyediaan jumlah uang layak edar tersebut naik sebesar 4,65% dibandingkan realisasi tahun 2023 yang tercatat Rp188,8 triliun. (Kanalkalimantan.com/rizki)

Reporter : rizki
Editor : bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->