Kas Titipan Diyakini Berikan Manfaat - Kanal Kalimantan
Connect with us

Ekonomi

Kas Titipan Diyakini Berikan Manfaat

Diterbitkan

pada

KANDANGAN, Sebagai Bank Daerah, Bank Kalsel mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia (BI) untuk menjadi Bank pengelola Kas Titipan. Dalam kerjasama ini BI mengharapkan kebutuhan likuiditas termasuk terpenuhinya uang layak edar dapat terwujud sehingga perekonomian daerah dapat terwujud sehingga perekonomian daerah tumbuh stabil.

Bank Indonesia sebagai pengemban tugas dalam pengelolaan uang di wilayah dengan jangkauan yang begitu luas, termasuk area jauh (remote area), merupakan tantangan tersendiri bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KpwBI Prov. Kalsel).

KpwBI Prov. Kalsel dituntut untuk mampu mendistribusikan uang di seluruh wilayah Kalsel sekaligus menjaga rupiah yang beredar tersebut dalam kondisi dalam kondisi layak edar dan dalam jumlah yang cukup untuk memnuhi kebutuhan masyarakat.

Berkenaan dengan tugas pengelolaan uang yang berbasis pada kebijakan uang bersih (clean money policy) tersebut, KpwBI prov. Kalsel meresmikan pembukaan Kas Titipan Ketiga di wilayah kerja Kalimantan Selatan yaitu di Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Dua kas titipan sebelumnya telah dibuka di Batu Licin dan Tanjung. Ketiga kas titipan tersebut semuanya dibuka bersinergi dengan PT. Bank Kalsel, termasuk yang diresmikan hari ini juga menggandeng PT. Bank Kalsel Cabang Kandangan sebagai Bank Pengelola Kas Titipan.

Dalam sambutannya Bupati Hulu Sungai Selatan Drs. H. Achmad Fikry, Map menyambut baik dengan dibukanya Kas Titipan di daerah yang ia pimpin.
“Kami pemerintah daerah, mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam mendukung kemajuan perekonomian di daerah,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa Kas Titipan ini akan memberikan manfaat dalam perputaran kas dan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat. Sejalan dengan itu, Kepala Perwakilan KPw BI Prov. Kalsel, Harymurthy Gunawan menegaskan bahwa Bank Indonesia terus mendukung upaya pendistribusian dan pengelolaan uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“ BI akan terus membangun sinergi dengan perbankan maupun pemerintah daerah dan stakeholder lainnya dalam menjalankan tugas dan perannya,” tukasnya.

Menurut Harymurthy, peran Kas Titipan tidak terbatas pada pendistribusian uang hasil cetak sempurna, namun juga untuk menyerap uang tidak layak edar.

Ia juga mengatakan bahwa perbankan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki karakter likuiditas net-inflow, dimana aliran uang masuk lebih besar dibandingkan aliran uang keluar, artinya diperlukan chanel untuk menyerap arus net-inflow itu, antara lain dengan cara Bank pengelola dan Bank peserta Kas Titipan wajib melakukan layanan penukaran uang kepada masyarakat.

Tinggalkan Komentarmu..
Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan