Connect with us

Kabupaten Banjar

Jalan Asang Permai Rusak, Ini Penyebabnya Menurut Warga Banyu Hirang

Diterbitkan

pada

Jalan Asang Permai berlubang digenangi air, diduga akibat truk material bertonase tinggi kerap melintas. foto : Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Tak bertahan lama, Jalan Asang Permai menuju permukiman warga, RT 01, Desa Banyu Hirang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, kembali rusak. Warga menduga aktivitas angkutan truk material dengan tonase tinggi menjadi penyebabnya.

Jalan Asang Permai sendiri, merupakan jalan tembus menuju ke jalan A Yani Kilometer 8 dan Handil Kalua.

Pantauan Kanalkalimantan.com, jalan tersebut berlubang cukup parah, lubang-lubang jalan tersebut digenangi air, sehingga membuat jalan licin dan berlumpur.



Mama Saufi, salah satu warga Asang Permai, mengakui, jalan tersebut sudah cukup lama rusak.
“Iya, sudah lama jalan di sini rusak semenjak dibangunnya perumahan di sini, banyak truk yang masuk, sehingga membuat jalan di sini rusak dan berlubang. Banyak juga warga yang terjatuh akibat lubang tersebut,” ucap penjaga warung ini saat ditemui Kanalkalimantan.com.

Sementara, Arifin warga RT 01 juga mengungkapkan hal yang sama, akses keluar masuk ke permukiman rusak sekitar sudah 3 tahun.

“Sudah 3 tahun jalan di sini rusak, semenjak adanya pembangunan perumahan. Dulu tahun 2015 waktu pengaspalan pertama kali, kami warga di sini hanya bisa menikmati jalan tersebut mulus cuman sekitar 2 tahun,” bebernya.

Masih dari pengakuan Arifin, pengajuan perbaikan sudah diminta ke pihak desa. Warga ini menduga kerusakan jalan dipicu ketika musim penguhujan truk material banyak yang masuk mengangkut batu dan lainnya untuk salah satu komplek perumahan yang sedang dibangun.

“Pihak dari perumahan itu sendiri cuman membantu memberi batu sekitar 6 rit, namun sekarang hanya 2 rit aja. Batu tersebut ditutup ke area jalan yang berlubang tambal sulam,” lanjutnya.

Dia juga mengakui, banyaknya warga khususnya perempuan yang terjatuh akibat menghindari jalan yang berlubang dan licin tersebut.

“Permintaan perbaikan sudah diajukan ke Pembakal, namun tidak ada respon,” ucapnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->