Connect with us

Lifestyle

Intip Peluang Bisnis Les Privat Mandiri, Cuan Mengalir per Jam dari Bimbingan Belajar

Diterbitkan

pada

Gita sedang mengajari Fidel dalam les privat. Foto: fahmi 

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Memulai sebuah bisnis umumnya merogoh kocek besar sebagai modal awal dalam menjalankannya.

‎Namun, ada jenis usaha yang tidak terlalu membutuhkan modal banyak tapi keuntungannya lumayan, tidak lain tidak bukan adalah les privat.

‎Gita Nindi Astuti (22), lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah membuktikannya.

Baca juga: Penerbangan Perdana 180 Penumpang AirAsia Rute Banjarmasin – Kuala Lumpur 

‎Gita -sapaan akrabnya- sudah menggeluti bisnis ini sekitar 4 tahun lamanya, terhitung sejak awal masa kuliah semester 2 tepatnya di tahun 2021.

‎Awalnya, Gita lebih dulu bergabung dengan salah satu lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) sebagai tentor pengajar. Tidak bertahan lama, dia menyadari ada potongan beberapa persen dari hasil mengajarnya sehingga memutuskan keluar.

‎‎Pasca berhenti dari lembaga bimbel tersebut, barulah Gita terpikir untuk membuat les privat mandiri berbekal pengalaman sebagai Tentor Bimbel. Bahasa Inggris dipilih sebagai fokus pengajarannya lantaran sesuai jurusannya di bangku kuliah.

‎Pribadi yang gemar bermain catur ini memang menyukai bidang Bahasa Inggris terlebih soal debat, terbukti sederet prestasi telah diraihnya salah satunya Best Speaker National University Debate Competition (NUDC) 2024.

Baca juga: PLN Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Listrik yang Memberdayakan Pembudidaya Ikan

‎Gita menilai, les privat adalah sebuah kesempatan belajar dan mengajar sekaligus peluang menghasilkan uang yang sangat cocok bagi mahasiswa untuk kerja sampingan.

‎“Ini merupakan peluang karir dan kesempatan bagus untuk mahasiswa kalau mau cari kerja part-time yang tidak mau ribet karena jamnya fleksibel,“ ujar Gita kepada Kanalkalimantan, Minggu (19/10/2025).

‎Belum lagi modal yang dikeluarkan sangat minim, cukup menyediakan file Powerpoint (PPT) atau dengan mencetak materi.

‎“Jadi hampir tidak mengeluarkan modal sama sekali,“ ungkap perempuab yang hobi memancing itu.

‎Berbicara soal cuan, keuntungan les privat bergantung kepada jumlah siswa yang diajar, semakin banyak maka penghasilan akan ikut meningkat pula.

Baca juga: Dekorasi Kue Berkarakter Sanrio Mengisi Waktu Luang

‎Sebagai contoh, Gita meraup Rp800.000 per bulan dari satu siswa. Jumlah ini akan semakin tinggi apabila siswa bertambah jadi dua maka penghasilan bisa mencapai Rp1.200.000-1.300.000 per bulan.

‎Dirinya mematok harga bervariasi di tiap jam mengajar dan bergantung kepada jarak rumahnya dengan rumah siswa. Semakin jauh maka semakin cuan diperoleh.

‎“Kalau dekat tuh 60 ribu per jam, kalau jauh 75 ribu, kalau lebih jauh lagi 100 ribu,” jelas Gita

‎Di masa ulangan sekolah, pengajar les privat seperti Gita cenderung menerima penghasilan lebih tinggi karena para orangtua memintanya mengajar penuh dalam sepekan.

Dia mengaku pernah menembus rekor penghasilan tertinggi sampai Rp3.000.000 dalam satu bulan untuk persiapan ulangan siswanya.

‎Karena sering mendatangi rumah siswa, Gita turut belajar parenting dengan melihat bagaimana orangtua mendidik anaknya di rumah.

‎Dari usaha yang dirintisnya ini, Gita telah memiliki sejumlah siswa-siswi tetap yang kebanyakan anak kecil mulai kelas 1 sampai 5 SD.

‎Salah satunya adalah Fidelia Koleta Kanisius atau dipanggil Fidel. Anak berumur 9 tahun yang duduk di bangku kelas 4 SD ini sudah menjadi siswi Gita selama 4 tahun.

‎Kunci sukses menjadi pengajar les privat menurutnya adalah mampu mencari metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak didik.

‎Selain itu, mengetahui gaya belajar siswa-siswi juga penting terlebih anak-anak sebab mereka punya preferensi belajar yang berbeda-beda seperti visual, audiovisual, dan kinestetik.

‎“Fidel ini dia itu suka yang audiovisual, kinestetik, semuanya suka, makanya harus sering bermain, harus diajak gerak, nggak mau duduk berlama-lama dia bosan,” ungkap Gita.

‎Sementara Fidel mengaku senang belajar bersama Gita karena menggunakan metode belajar sambil bermain.

‎“Senang dan seru karena Kak Gita sering ngajak main,” singkat Fidel.

‎Yuli (52), orangtua Fidel menganggap les privat sangat bermanfaat karena pembelajarannya bersifat intensif secara personal.

‎“Anak saya jadi lebih santai belajar di rumah dan dia bisa mempelajari dan mengulang pelajaran di sekolah dengan bimbingan les privat ini,” aku Yuli.

‎Pertama kali muncul ide mencari guru les privat saat Fidel hendak masuk SD dari TK. Alasannya karena anaknya belum lancar baca tulis Bahasa Inggris.

‎“Setidaknya dari les privat ini dia sudah ada dasar, jadi selanjutnya bisa memahami pelajaran di sekolah apalagi sekolahnya nasional plus,“ terang Yuli.

‎Oleh sebab itu, dia mendukung penuh adanya les privat ini karena menjadi support system bagi dirinya serta anaknya.

‎“Saya rasa pembelajaran di sekolah tidak cukup, misalkan dia kurang fokus pada pelajaran sekolah nah di refresh lagi di rumah baru dia fokus,” tuturnya.

‎Yuli tidak sungkan mengeluarkan uang untuk les privat semata-mata demi meningkatkan kemampuan akademik anaknya terutama Bahasa Inggris.

‎“Saya mendukung penuh adanya les privat ini, jadi dipertahankan aja karena pasti ada yang butuh setiap tahun,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca