Kabupaten Hulu Sungai Utara
Gubernur Kalsel Tunjuk Husairi Abdi Jadi Plt Bupati HSU
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor resmi menunjuk Wakil Bupati Husairi Abdi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara menggantikan posisi Abdul Wahid.
Menyusul penetapan tersangka Bupati Abdul Wahid oleh KPK terkait kasus dugaan suap proyek dan jual beli jabatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten HSU pada Kamis (18/11/2021).
Bupati HSU Abdul Wahid telah resmi ditahan oleh KPK selama 20 hari di Rutan Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, terhitung sejak 18 November hingga 7 Desember 2021.
Imbasnya, roda pemerintahan di Pemkab HSU hanya dikendalikan Wakil Bupati Husairi Abdi.
Baca juga : Penyidik KPK Terus Bekerja di HSU, Giliran Periksa Ketua Dewan hingga Staf Bupati
Mengisi kekosongan kepala daerah, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui surat bernomor 21/01714 /PEM, tertanggal 19 November 2021 secara resmi menunjuk Husairi Abdi sebagai Plt Bupati HSU.
Dalam surat Gubernur Kalsel Sahbirin Noor disebutkan, ditetapkannya Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat (18/11/2021) dengan sangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 Huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 KUHP jo Pasal 65 KUHP.
“Sesuai ketentuan Pasal 65 ayat (1), (2) dan (3) serta Pasal 66 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa bahwa selama Bupati Hulu Sungai Utara menjalani masa tahanan, maka Wakil Bupati HSU melaksanakan tugas dan wewenang sebagai Bupati sampai adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” bunyi surat resmi itu.
Gubernur Kalsel pun mengingatkan pelaksanaan tugas dan wewenang dilakukan Wabup HSU harus dibaca dan dimaknai sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Semua penandatanganan kebijakan administrasi pemerintahan agar mempedomani ketentuan tersebut.
Surat Gubernur Kalsel itu ditembuskan ke Ketua DPRD Hulu Sungai Utara di Amuntai mengenai perihal Plt Bupati HSU Husari Abdi tersebut. (kanalkalimantan.com/al)
Reporter : al
Editor : kk
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluDistribusi Air ke Pelanggan PTAM Berangsur Normal, Penyambungan Pipa Transmisi BPAM Banjarbakula Selesai
-
HEADLINE2 hari yang laluWalhi: Pemerintah Tidak Serius Tangani Karhutla di Kalteng
-
Hukum3 hari yang laluKlaim Dana Nasabah Hilang Rp17 Miliar di BTN
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPerpedayak Kapuas Salurkan Bantuan Sosial Peduli Karhutla ke Posko
-
Hukum3 hari yang laluDiduga Mengandung Kokain, 4.364 Liquid Vape Disita
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluProduk Kriya Unggulan UMKM Banjarbaru Tampil di Trade Expo Indonesia 2026



