HEADLINE
Gas 3 Kg Mahal, Kadisperindag Banjarbaru: Pengecer Tak Bisa Diberi Sanksi
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarbaru melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Banjarbaru menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota terkait penyaluran LPG 3 Kg subsidi tepat sasaran, Senin (7/7/2025) siang.
Surat edaran Wali Kota Banjarbaru yang ditandatangani Erna Lisa Halaby menekankan Liquid Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram diperuntukan hanya dua katagori. Yakni untuk kepala keluarga miskin dan pelaku usaha mikro yang terdaftar.
Tak hanya itu dalam edaran disebutkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diperbolehkan dijual oleh pengecer maksimal Rp25 ribu per tabung.
Baca juga: Tim Jibom Gegana Brimob Kalsel Identifikasi Diduga Mortir di Guntung Manggis

Disperindag Banjarbaru rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Senin (7/7/2025) siang. Foto : Humas DPRD Kota Banjarbaru
Kepala Disperindag Kota Banjarbaru, Muriani mengatakan, dari RDP hari ini wakil rakyat meminta bagaimana surat edaran tersebut sampai ke seluruh lapisan masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
“Dalam surat edaran ditekankan kepada siapa saja yang berhak untuk dapat subsidi dan kita menyampaikan HET di pengecer itu maksimal harga Rp25 ribu,” ujar Kepala Disperindag Kota Banjarbaru, Muriani setelah RDP di gedung DPRD Kota Banjarbaru.
Terkait pengecer yang menjual lebih di atas HET, pihaknya mengaku tak bisa memberikan sanksi sebab memang kebanyakan pengecer mendapatkan stok di pangkalan. Sehingga menjadi ranah Pertamina untuk memberikan sanksi kepada pangkalan atau agen.
“Pengecer dapatnya di pangkalan, kita tidak tahu apakah pangkalan itu di Banjarbaru atau Banjarmasin dan lainnya, karena lintas daerah bisa, sehingga untuk penindakan pangkalan dan agen itu wewenang Pertamina,” jelas dia.
Baca juga: Cek ke Pangkalan, Wali Kota Lisa Halaby Minta Gas Subsidi Tepat Sasaran

Kepala Disperindag Kota Banjarbaru, Muriani. Foto: wanda
Namun, diakuinya Pemerintah Kota Banjarbaru selalu berkordinasi dengan Pertamina hingga surat edaran tersebut dikeluarkan.
“Makanya Pertamina meminta kita membuat surat edaran,” imbuhnya.
Pertamina saat ini mendistribusian LPG 3 Kg untuk setiap pengantaran dijatahkan 200 tabung.
Apabila satu pangkalan terdata penerima subsidi ada 400 orang, maka pengiriman tetap akan dilakukan dengan jumlah yang sesuai data dengan dicicil.
Baca juga: Bangunan PPS Martapura Diserahkan kepada Pemkab Banjar
“Jadi dengan jatah itu pengiriman dilakukan beberapa kali, misalnya dua, sekarang jadi tiga kali pengiriman,” sebutnya.
“Jadi sebenarnya jika ada ibu rumah tangga yang terdaftar di pangkalan itu datanya tidak bermasalah mungkin yang bermasalah adalah UKM-UKM yang kuotanya tadi tidak mencukupi atau dikurangi karena ada yang memperjualbelikan di luar untuk memanfaatkan kekurangan itu,” jelas Muriani.
Masih kata Muriani, di lapangan dinas terkait juga menemukan harga tertinggi LPG 3 Kg yang dijual pengecer sudah mencapai Rp50 ribu. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung
-
NASIONAL2 hari yang laluPemerintah akan Bangun Yonif TP Setiap Kabupaten dan Kota se Indonesia
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluGubernur Muhidin Apresiasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru
-
HEADLINE2 hari yang laluTantangan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel di Usia 27 Tahun
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluTingkatkan Kapasitas Pemuda, DPMD Kabupaten Banjar Gelar Bimtek Karang Taruna






