Politik
Fahri Hamzah: Kita Hadapi Krisis Kepemimpinan dan Ketidakpercayaan Diri
BANJARMASIN, Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) mengadakan dialog kebangsaan bersama salah seorang penggagasnya Fahri Hamzah di G’Sign Hotel Banjarmasin, Minggu (27/1) malam. Kepada para relawan dan anggota, Fahri mengatakan organisasi ini adalah gerakan yang diinisiasi oleh anak-anak muda yang muncul dan lahir ketika negara sedang dalam keadaan krisis dan penuh persoalan.
Hadir dalam acara bertajuk GARBI Night ini para undangan di antaranya Asisten III Setprov Kalsel Heriansyah dan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. Sebelum dialog kebangsaan, GARBI Night ini juga melakukan pelantikan pengurus kabupaten/kota di Kalsel.
“Kita membaca cukup luas transisi sekarang ini, kita memang menghadapi krisis ketidakpercayaan diri, krisis ketiadaan narasi, dan bahkan adalah krisis kepemimpinan. Bahwa di antara itu tidak ada rasa saling percaya karena tidak punya reputasi dan kredibilitas untuk memimpin bangsa,” jelas Fahri Hamzah.

Fahri mengatakan, sejak setahun lalu melakukan dialog ke daerah-derah menghasilkan pesan tentang Indonesia bisa lebih baik dari kondisi sekarang. “Seharusnya di kepala anak bangsa kita itu ada mimpi bahwa suatu hari Indonesia ini bisa menjadi negara yang kuat, paling tidak ranking 5 dunia,” jelasnya.
Hal inilah yang kemudian memunculkan ide terbentuknya gerakan ini di seluruh Indonesia secara masif. GARBI sekarang sudah ada di sekitar 25 provinsi dan Fahri Hamzah menargetkan akan mencakup keseluruhan 34 provinsi hingga pada 17 Februari nanti.
Meski masih dalam tahap konsolodasi kelembagaan dan belum menentukan sikap pilihan untuk salah satu paslon tertentu, Fahri Hamzah mengatakan bahwa kelak akan tiba waktunya untuk menentukan sikap konkrit.

GARBI sendiri mempunyai kepentingan jangka pendek untuk memastikan transisi berjalan secara baik aman dan damai. Sedangkan, GARBI dalam jangka panjang memastikan bahwa Indonesia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk menjadi negara maju.
Pesimisme kepemimpinan dari tingkat paling atas yang akhirnya menular ke bawah yang menurutnya perlu diperbaiki di masa yang akan mendatang. “GARBI lahir sebagai jalan dari kegelisahan generasi ini untuk menjawab krisis,” tambahnya.
Perbaikan narasi, percaya diri, serta kejujuran meninjau kapasitas negara dan kepemimpinan. Tiga hal tersebut yang ditekankan oleh Wakil Ketua DPRD RI ini yang merupakan faktor kunci untuk perbaikan negara ke depan.

Sementara Ketua GARBI Kalsel Wahyudi menyampaikan, organisasinya siap membawa arah baru ke seluruh Kalsel serta berjanji dan berkomitmen untuk siap bekerja untuk kemajuan banua dan Indonesia. “Juga bersiap kolaborasi dengan seluruh elemen” tuturnya.
Sementara itu Ibnu Sina, serupa dengan yang disampaikan Gubernur melalui perwakilan Asisten III, mereka sama-sama berharap agar GARBI ke depannya bisa memberi kontribusi dalam warna tersendiri, baik nasional maupun Kalsel. Serta diharapkan agar Garbi ikut andil dalam amannya politik di Indonesia, juga lepas dari sifat anarkis dan apatis. (mario)
Editor:Cell
-
HEADLINE3 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluMeriahkan Hari Jadi Banjarbaru, PTAM Intan Banjar Promo Pasang Baru dan Aktifkan Kembali
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluSusur Sungai Pembersihan Bantaran Sungai Karet Loktabat Utara
-
HEADLINE1 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami
-
Budaya2 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026






