Connect with us

Layanan Publik

Empat Proyek PDAM Intan Banjar di 2019 Tunggu ‘Asupan Gizi’

Lima Tahun Terakhir Tak Ada Penyertaan Modal dari Pemprov Kalsel

Bagikan berita ini!
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Diterbitkan

pada

Proyek pemasangan pipa distribusi ke arah Bandara Syamsudin Noor. Foto:dok

BANJARBARU, Suntikan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) kini menjadi harapan direksi dan pemegang saham PDAM Intan Banjar.
Pasalnya, sejumlah rencana kegiatan investasi PDAM Intan Banjar untuk menunjang insrastruktur air bersih pada tahun 2019 membutuhkan dana sangat besar. Tercatat ada 4 proyek strategis yang rencananya akan direalisasikan pada tahun 2019 ini.

Dijelaskan Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, 4 proyek strategis terdiri dari pemasangan jaringan pipa dari IPA II Pinus ke Bandara Syamsudin Noor-Lingkar Utara-Jalan Gubernur Syarkawi tahap II dan pembuatan distrik meter area dalam rangka menekan kobocoran.

Untuk proyek kedua yaitu pembuatan distrik meter area dalam rangka program penurunan kebocoran. Kemudian ada optimalisasi air baku dan perpompaan Sungai Tabuk, dan pemasangan jaringan perpipaan distribusi Jalan Pemajatan-Jalan Ahmad Yani diameter 400 mm untuk optimasi layanan Kecamatan Gambut, Kecamatan Kertak Hanyar, dan sekitarnya.
Sedangkan untuk mega proyek kawasan aero city Bandara Syamsudin Noor yang dicanangkan Pemeritah Kota Banjarbaru  dibutuhkan sedikitnya dana Rp 80 miliar.

“Kita membutuhkan penyertaan modal Pemprov Kalsel, apalagi Bandara dan program aero city memerlukan pipa besar dan jaraknya sampai 5 kilometer. Kebutuhannya sekitar Rp 80 miliar,” ujar Syaiful Anwar selepas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantor PDAM Intan Banjar, Rabu (30/1) pagi.

Dukungan tersebut, mengingat PDAM Intan Banjar telah berhasil menyalurkan air bersih terhadap warga yang tinggal di pelosok, seperti di Kecamatan Aluh-aluh yang sudah menikmati air bersih selama 24 jam. Hal ini membuat membuat PDAM Intan Banjar ingin mengoptimalkan layanan air bersih sampai pelosok kabupaten menjadi tujuan PDAM Intan Banjar.

“Rencananya Pemkab Banjar akan menyuntik dana lagi, tapi belum tahu nominalnya. Masih dirapatkan,” beber Syaiful.

Tidak hanya berhasil menyalurkan air bersih di daerah pelosok, PDAM Intan Banjar juga mencatatkan nilai kinerja yang terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat pada tahun 2017 nilai kinerja yang didapat  yaitu 62,13 dan pada tahun 2018 naik menjadi 64,27.

Syaiful menargetkan sebaran pipa distribusi mencapai 85 persen untuk Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru pada 2019 ini.

Disisi lain Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mendesak Pemprov Kalsel harus menambah penyertaan modal ke PDAM Intan Banjar. Menurut Nadjmi, Pemprov Kalsel sudah lima tahun tidak menyuntik modal ke PDAM Intan Banjar. Padahal, Nadjmi mengklaim Pemkot Banjarbaru rutin menyuntik modal ke PDAM Intan Banjar.

“Tahun ini, kami tambah lagi Rp 15 miliar, tahun 2017 lalu Rp 11 miliar. Pemprov sudah lima tahun tidak menambah penyertaan modal. Pemprov harus turun, ini tugas kita semua,” ucap Nadjmi Adhani.

 

Dalam laporan PDAM Intan Banjar, Pemprov Kalsel tidak menyuntik modal sejak tahun 2014. Pemkab Banjar menyuntik dana Rp 10 miliar pada 2017 dan Rp 25 miliar pada 2018. Adapun Pemkot Banjarbaru menyuntik dana masing-masing Rp 11 miliar untuk tahun 2016 dan 2017.

 

Sekadar diketahui, PDAM Intan Banjar, Pemprov Kalsel menguasai 13 persen saham (Rp 41 miliar), Pemkot Banjarbaru memegang 38 persen saham (Rp 118 miliar), dan Pemkab Banjar memiliki 49 persen saham (Rp 152 miliar). Pada 2018, PDAM mengeluarkan investasi senilai Rp 56,6 miliar demi optimalisasi layanan air bersih ke masyarakat. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares
-->