Connect with us

Barito Selatan

Duh, Prevalensi Stunting di Barsel Masih 40,19%

Diterbitkan

pada

Kepala Dinkes Barsel dr Djulita Kurniadi Palar. Foto : digdo

BUNTOK, Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel mencatat angka stunting di wilayah ini masih cukup tinggi, tercatat prevalensi stunting di Barsel mencapai 40,19%.

Menurut Kepala Dinkes Barsel dr Djulita Kurniadi Palar mengatakan, bila mana pencegahan dan pengendalian stunting ini hanya dilakukan oleh pihak kesehatan tentunya sangat sulit, terlebih prevalensi angka stunting di Barsel mencapai 40,19% dan ini tentunya harus melibatkan semua komponen.

Dengan sosialisasi Peraturan Bupati nomor 16 tahun 2019, tentang penurunan stunting melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Cegah Stunting (Gemas Ceting), kiranya semua pihak terkait yang ada bisa berperan aktif dalam rangka pencegahan stunting ini.

“Jadi baik itu masyarakat dan pemangku kepentingan bisa turut berperan aktif dalam pencegahan stunting ini,” kata Djulita kepada Kanalkalimantan.com.

“Dengan prevalensi angka stunting di Barsel mencapai 40,19% tentunya menjadi tantangan bagi kita semua, baik itu masyarakat ataupun pemangku kepentingan serta segala komponen untuk saling bekerjasama terkait hal ini,” beber Djulita.

Ia menambahkan bahwa pihaknya di tahun 2019 ini menargetkan untuk prevalensi angka stunting di Barsel bisa tembus mencapai 28%. Tentunya ini tidaklah mudah dan perlu kerjasama untuk semua komponen terkait hal ini.

“Sesuai dengan target kita di tahun 2019 ini untuk prevalensi stunting 28%, tentunya tidaklah mudah bila tidak ada kerjasama dari segala komponen dalam hal ini,” pungkas Djulita. (digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->