Connect with us

Hukum

Ditipu ‘Penyedia’ Gas 3 Kg Murah, Warga Pekauman Dalam Tuntut Pembakal Kembalikan Tabung

Diterbitkan

pada

Warga tertipu penyedia gas 3 Kg murah, Kades Pakauman Dalam didemo warga. Foto : rendy

MARTAPURA, Puluhan warga desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, berkumpul di rumah Kepala Desa Pekauman Dalam, lantaran ratusan tabung gas 3 Kg milik warga yang dijanjikan ada tak kunjung datang.

“Kami di sini hanya meminta kepastian kapan gas yang sebelumnya dikumpul kepada Pembakal ini datang, kami susah memasak di rumah untuk keluarga kami,” kata warga Desa Pekauman Dalam, Khairrudin.

Khairuddin berharap tabung gas 3 Kg yang merupakan milik warga, bisa dikembalikan secepatnya dan memberi batas waktu kepada Pembakal Desa Pekauman Dalam paling lambat pada besok hari.

“Kami tidak mau tahu yang penting gas ini bisa ada besok hari, kami kesulitan memasak, masalah itu urusan pembakal silakan diselesaikan pembakal, sementara pembakal sendiri juga harus bertanggungjawab kepada kami dengan mengembalikan kembali tabung gas kami, karena ini sudah berlangsung lama,” ucapnya dengan nada tegang.

Sementara itu, Kepala Desa Pekauman Dalam, Abdul Qadir Jailani mengatakan, sebelumnya bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai Pekerja Sosial Masyarakat bernama Hasan Safari yang beralamat di Cempaka, Banjarbaru, dan mengaku menawarkan bantuan tabung gas 3 Kg dari program PT Adaro.

Yakin dan percaya dengan program dan orang yang baru dikenalnya tersebut, tepatnya dua minggu lalu, dirinya langsung mengumumkan kepada warga dan berhasil mengumpulkan sebanyak 377 tabung gas 3 Kg milik warga.

Sementara gas yang dijanjikan dengan harga Rp 15.000 per tabung ini sebelumnya berjalan dengan lancar, sehari setelah tabung gas kosong diserahkan, namun seiring berjalannya waktu hingga sekarang, masih belum diserahkan kepada warga sebanyak 222 tabung dengan rincian yang sudah disetorkan pada tahap awal kepada warga sebanyak 110 tabung 3 Kg beserta isinya, disusul pengembalian 39 tabung kosong.

Setelah melakukan penelusuran tambah Qadir, si penyedia ternyata sedang terbelit kasus utang piutang, sehingga ada dugaan menggunakan anggaran untuk gas yang sebelumnya disetorkan tidak dapat dikembalikan kepada warga dalam waktu yang singkat.

“Kita ini memang sebenarnya juga merasa tertipu dengan orang ini, hingga sekarang tidak ada kejelasan dan orang itu saat dihubungi bertele-tele kadang juga tidak jelas keberadaannya dimana, saya berharap warga bisa bersabar menunggu kejelasan mengenai tabung-tabung,” katanya.

Ditambahkannya, setelah melakukan penelusuran dan ada kesepakatan antara kepala desa dengan penyedia tabung tersebut, penyedia menjanjikan tanggal 24 Agustus, seluruh tabung gas milik warga akan dikembalikan sepenuhnya. Apabila tidak terpenuhi di atas kertas penyedia bersedia dan berjanji diproses hukum.

“Jadi kemarin itu kita sudah ketemu dengan penyedia tabung gas ini, dirinya minta waktu hingga tanggal 24 Agustus, apabila tidak dapat mengembalikan maka bersedia diproses hukum, jadi kita tunggu saja, anggap saja ini musibah yang tidak kita kehendaki,” pungkasnya. (rendy)

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca
Advertisement
-->