Connect with us

HEADLINE

Dana Cadangan Pelaksanaan Pilkada 2020 Sebesar Rp 150 Miliar Telah Disahkan

Diterbitkan

pada

Pemerintah dan DPRD Kalsel mengesahkan dana Pilkada sebesar Rp 150 miliar Foto : mario

BANJARMASIN, Dana cadangan untuk pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang di Kalimantan Selatan sebesar Rp 150 miliar telah resmi disahkan menjadi Perda oleh DPRD Provinsi siang ini dalam rapat Paripurna di Kantor DPRD Kalsel, Senin (19/98). Dana cadangan ini dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2019.

Ketua Pansus Raperda tentang Dana Cadangan Pemilu, Ilham Noor mengungkapkan anggaran tersebut belum termasuk dana hibah yang akan diberikan untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah di provinsi ini pada September tahun depan. “Meskipun sudah disahkan tahun ini tapi dana tersebut baru dapat dicairkan pada 1 Januari 2020 mendatang,” jelasnya.

Sesuai dengan tahapan pelaksanaan Pilkada 2020 terkait mekanisme pencairan, nantinya akan berdasarkan pada Peraturan Gubernur yang segera diterbitkan kemudian hari. Sehingga untuk pelaksanaan sosialisasi dan tahapan awal Pilkada akan menggunakan anggaran di luar dana cadangan

Besaran dana cadangan untuk pelaksanaan Pilkada 2020 di Kalimantan Selatan ditetapkan sebesar 210 miliar Rupiah. Anggaran tersebut dibagi dalam dua tahapan pencairan, yakni 150 miliar Rupiah pada APBD Perubahan Tahun 2019 dan 60 miliar Rupiah pada APBD Murni Tahun 2020. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban keuangan daerah yang dikhawatirkan dpaat menghambat pelaksanaan program pembangunan.

Sementara itu Aminudin Latif, Kepala Bakeuda Kalsel membeberkan jumlah dana yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosialisasi pilkada tahun 2020 melalui Kesbangpol yaitu meliputi kegiatan sosialisasi pilkada serta kesetaraan gender dan jabatan politik sebesar Rp 1 M 200 juta. Kemudian juga untuk alokasi satuan polisi pamong praja dan alokasi pemadam kebakaran sebesar Rp 6 M.

Dilanjutkan dengan anggaran KPU Kalsel tahun anggaran tahun 2019 sebesar 1 m 900 juta dan anggaran tahun 2020 sebesar 158 M 100 juta. Untuk dana tidak langsung (hibah) dialokasikan untuk Bawaslu untuk tahun anggaran 2019 sebesar Rp 596.364.000  dan tahun anggaran 2020 sebesar Rp 49 miliar lebih serta dana keamanan (kepolisian dan TNI) 2020 dipersiapkan Rp 19 M.

“Jadi total alokasi anggaran dalam rangka pilkada 2020 yang disiapkan pemprov adalah Rp 236,7 Miliar,” pungkasnya.

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji, mengatakan bahwa dana yang telah dipersiapkan nantinya akan digunakan oleh pihak KPU untuk kegiatan honor penyelenggaran, PPK, PPS, KPPS, kelompok kerja serta pengadaan logistik pemilu.

Sebelumnya KPU Kalsel mengajukan permohonan dana sebesar Rp 200 M. Melihat hanya Rp 150 M yang disetujui, Sarmuji mengatakan bahwa pihaknya akan lebih mengatur beberapa hal yang lebih diprioritaskan guna efisiensi pilkada itu sendiri.

“Kemarin kita perkirakan pasangan calon itu ada lima, tapi sekarang kita turunkan tiga. Itu guna efisiensi,” bebernya.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->