Connect with us

PTAM INTAN BANJAR

Bupati Minta PTAM Intan Banjar Atasi Gangguan Distribusi Air Bersih di Tatah Makmur

Diterbitkan

pada

Penanganan gangguan distribusi air bersih yang dilakukan PTAM Intan Banjar di Tatah Ibak, Kecamatan Tatah Makmur, Selasa (28/4/2026), Foto: PTAM Intan Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Gangguan distribusi air bersih dari PTAM Intan Banjar yang dialami sebagian warga di Kecamatan Tatah Makmur diminta oleh Bupati Banjar Saidi Mansyur untuk segera diatasi.

“Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijaga. Saya minta agar permasalahan ini segera ditangani dan suplai air bisa kembali lancar,” tegas bupati, Selasa (28/4/2026) siang.

Menindaklanjuti arahan tersebut, PTAM Intan Banjar langsung melakukan penelusuran teknis guna mengidentifikasi penyebab gangguan.

Baca juga: Tabrakan Kereta di Bekasi: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka-luka, Libatkan Taksi Green SM

Beberapa faktor yang ditelusuri antara lain penurunan tekanan jaringan, gangguan pada sistem distribusi, maupun kendala teknis lain yang dapat memengaruhi kelancaran aliran air.

Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan suplai air.

Selama ini, wilayah terdampak disuplai melalui intake di Jalan Gubernur Syarkawi dengan kapasitas 500 liter per detik.

“Kapasitas water intake 500 liter per detik tersebut harus melayani beberapa wilayah sekaligus, seperti Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Beruntung Baru, dan Aluhaluh,” jelas dia.

Menurut dia, luasnya cakupan layanan dari satu sumber intake tersebut menyebabkan distribusi air ke wilayah ujung, termasuk kawasan Tatah Makmur, kerap mengalami gangguan.

“Oleh karena itu, untuk solusi jangka panjang, saat ini kami sedang membangun water intake di wilayah Sungai Tabuk dengan kapasitas 100 liter per detik, yang ditargetkan selesai pada September tahun ini,” ungkap dia.

Baca juga: Gerak Cepat PLN UPT Banjarbaru Pulihkan Gangguan Transmisi 150kV

Intake tersebut nantinya dikhususkan untuk menyuplai kawasan Sungai Tabuk, sehingga beban suplai dari intake di Jalan Gubernur Syarkawi dapat berkurang atau hanya untuk pelanggan di empat kecamatan.

“Setelah intake Sungai Tabuk beroperasi, maka suplai dari intake Jalan Gubernur Syarkawi akan difokuskan untuk melayani kawasan Jalan A Yani seperti Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Aluhaluh, dan Beruntung Baru,” katanya.

Dengan adanya pemisahan suplai tersebut, diharapkan distribusi air ke wilayah terdampak dapat lebih optimal karena beban layanan menjadi lebih terbagi.

Sementara itu, langkah penanganan jangka pendek difokuskan pada percepatan normalisasi distribusi, termasuk optimalisasi tekanan dan pemeriksaan jaringan.

Baca juga: Amuntai Expo 2026 Ditutup, 11 Hari Perputaran Uang Capai Rp1,7 Miliar ‎

PTAM Intan Banjar juga menyiapkan langkah darurat untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak, diantaranya melalui injeksi air ke jaringan menggunakan tangki serta penyaluran air bersih melalui mobil tangki.

Masyarakat yang memerlukan bantuan air bersih melalui mobil tangki dapat menghubungi Kantor Cabang PTAM Intan Banjar di nomor 0821 5888 0400. Selain itu, PTAM Intan Banjar juga menyediakan layanan pengaduan terpusat yang dapat diakses melalui nomor 0852 8800 0111.

Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti secara cepat, terukur, dan profesional.

Koordinasi lintas teknis terus dilakukan guna memastikan gangguan tidak berlangsung berkepanjangan.

Baca juga: Memperkuat Bahasa Daerah Lewat “Samarak Berbahasa Banjar” di SMPN 10 Banjarmasin

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta dapat menyampaikan aduan melalui kanal resmi yang tersedia agar dapat segera ditangani oleh petugas di lapangan.

Pemkab Banjar juga memastikan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan publik, khususnya penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan vital masyarakat sehari-hari.

Adapun gangguan ini sebelumnya dilaporkan oleh warga RT 05 Desa Thaibah Raya, Kecamatan Tatah Makmur, pada Selasa (sekitar pukul 13.50 Wita).

Warga mengeluhkan aliran air leding yang tidak lancar, dengan kondisi debit mengecil bahkan tersendat pada waktu-waktu tertentu, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)

Editor: Dhani


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca