Budidaya Bawang Merah di Desa Kahelaan, Modal Rp 50 Juta Jadi Rp 90 Juta - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Budidaya Bawang Merah di Desa Kahelaan, Modal Rp 50 Juta Jadi Rp 90 Juta

Diterbitkan

pada

Budidaya bawang merah Kelompok Tani Sri Rejeki di bawah naungan Gapoktan Harapan Masa di Desa Kahelaan. Foto : rendy

MARTAPURA, Bawang merah varietas brebes adalah bawang merah pertama yang berhasil dikembangkan oleh Kelompok Tani Sri Rejeki di bawah naungan Gapoktan Harapan Masa di Desa Kahelaan, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar Mochammad Fachry saat di temui Kanal Kalimantan di lapangan RTH, Minggu (26/8), menjelaskan, petani desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, berhasil mengembangkan budidaya tanaman bawang merah pertama yang ditanam dan dikembangkan di Kabupaten Banjar.

Dijelaskan Fachry, bawang merah varietas brebes tersebut berhasil tumbuh subur di lahan perbukitan di sebagaian wilayah di Kabupaten Banajar, walaupun ditanam pada saat musim kemarau. Meski baru uji coba,  hasil yang diperoleh petani bawang merah Desa Kahelaan cukup menggembirakan.

Pasalnya, dari pengembangan modal yang dikeluarkan untuk menanam bawang di lahan 1 hektare sebesar Rp 50.560.000 dengan bibit 800 Kg, bawang merah dijual di tingkat petani seharga Rp 15.000 per kilogram, sehingga potensi penghasilan mencapai 6 ton atau Rp 90.000.000,  dengan waktu tanam 65 hari.



“Dengan modal sekitar Rp 50 juta, petani bisa berkembang hingga Rp 90 juta, padahal ini baru tahap uji coba, dengan luas lahan 1 hektare dengan bibit 800 Kg bisa menjadi 6 ton, tentunya sangat prospek untuk terus dikembangakan,” ujarnya.

Ditambahkannya, program dari pemerintah pusat melalui Dinas TPH Provinsi Kalsel, yang mana masuk dalam salah satu program Upsus bawang merah, cabe dan jeruk (Baberuk) yang diprogramkan oleh Kementrian Pertanian RI.

“Untuk mendukung program dari kementrian pertanaian yaitu upsus Baberuk tersebut, kedepan kita akan terus berupaya mendorong dan membantu untuk dimintakan dukungan pengembangan bawang merah ini, terutama melalui Dinas TPH Provinsi Kalsel, sehingga bisa dikembangkan lebih luas lagi,” ujar Fachry.

Keberhasilan budidaya bawang merah yang diserahkan untuk menanam kepada petani  Udi,  Hadi Laksono dan Yandi yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Rejeki di bawah naungan Gapoktan Harapan Masa diharapkan agar nantinya bisa menyokong pengembangan bawang merah di Kabupaten Banjar. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 9
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan