Connect with us

Sains

BRIN Kelola Anggaran Rp 6,1 Triliun di 2022, Fokus Lengkapi Infrastruktur Riset

Diterbitkan

pada

Anggaran BRIN di 2022 berjumlah Rp 6,1 triliun. Dari jumlah itu, Rp 2,2 miliar dialokasi untuk infrastruktur riset. Foto: Laboratorium Genomik BRIN di Cibinong, Jawa Barat ditargetkan beroperasi pada Januari 2022. Foto : Antara

KANALKALIMANTAN.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengelola anggaran sebesar Rp 6,1 triliun pada 2022. Dari total anggaran BRIN itu, sebagian besar dialokasikan untuk melengkapi infrastruktur riset di Tanah Air.

“Pendanaan ini akan dialokasikan sebagian besar untuk riset dan infrastruktur,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulis, Jumat (14/1/2022).

Dari total anggaran Rp 6,1 triliun itu, Handoko merincikan sebanyak Rp 2,2 triliun dialokasikan untuk infrastruktur riset, Rp 1 triliun untuk kegiatan riset, Rp 2,1 triliun digunakan untuk belanja pegawai dan sisa anggaran untuk operasional.

Anggaran tersebut merupakan hasil integrasi anggaran berbagai lembaga atau unit penelitian dan pengembangan ke BRIN.



 

Baca juga : Sekjen PBB Desak Buka Blokir Dana Afghanistan

Ia mengatakan infrastruktur riset masih menjadi prioritas untuk dilengkapi, karena itu menjadi bagian penting dari setiap kegiatan riset.

Di samping itu, Kepala BRIN memastikan proses integrasi lembaga riset dari kementerian/lembaga (K/L) ke dalam BRIN tidak akan menghambat kegiatan riset yang sedang berjalan.

BRIN sebagai lembaga riset yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2021 yang kemudian direvisi menjadi Perpres Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional, akan mengintegrasikan seluruh lembaga riset di Indonesia termasuk yang ada di kementerian.

Proses integrasi tahap 1 telah dilakukan terhadap lima entitas riset utama di Indonesia yakni, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), dan Kementerian Riset dan Teknologi pada 1 September 2021.

 

Baca juga : Jual Karya Seni dengan Teknologi Blockchain

“Saat ini kita telah memasuki proses integrasi tahap 2 untuk kementerian/lembaga yang telah dilakukan pada 16 Desember 2021 sebanyak 28 K/L, dan sisanya sebanyak enam K/L diharapkan pada 31 Januari 2022 ini selesai,” tuturnya.

Proses integrasi masih terus dilakukan hingga saat ini sampai nantinya mengintegrasikan total 39 unit penelitian dan pengembangan ke dalam BRIN.

Handoko menuturkan selama proses integrasi, semua kegiatan riset di eks K/L yang bergabung dengan BRIN tetap berjalan seperti semula dan menyelesaikan semua target yang telah ditetapkan. (Suara.com/Antara)

Editor : Suara


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->